Beranda Nasional Ahok: Wisma Atlet di Kemayoran Nanti Jadi Rusun Sewa untuk Kelas Menengah...

Ahok: Wisma Atlet di Kemayoran Nanti Jadi Rusun Sewa untuk Kelas Menengah ke Atas

268
0
Sebarkan

38009848119-ahok3Jakarta, sewarga.com – Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, awalnya dibangun untuk para atlet yang bertanding di ASEAN Games 2018. Setelah perhelatan itu usai, bangunan itu disulap menjadi rumah susun sewa khusus untuk kelas menengah ke atas.

“Waktu kami mendapatkan tanah dari Setneg, dari Presiden itu sudah dicantumin bahwa ini peruntukan bukan komersial tapi sebagai rusun yang sebelum dipakai jadi rusun akan dipinjemin dulu buat atlet,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjawab kebingungan sejumlah pihak tentang penamaan wisma atlet ini padahal bentuknya rusun dan bagaimana kelanjutan nasib rusun tersebut pasca ASEAN Games selesai.

Hal ini disampaikan Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (15/9/2015).

Ahok menjelaskan rusun itu untuk ditempati atlet yang akan mengikut ASEAN Games 2018 mendatang. Dalam International Olympyc Committee, setiap kota yang akan menjadi tuan rumah perhelatan ASEAN Games harus menyediakan tempat untuk menampung 14 ribu atlet yang akan bertanding.

Untuk ini, Pemprov DKI Jakarta menunjuk PT Jakpro untuk membangun rusun sewa yang fasilitasnya sama seperti apartemen untuk ditempati atlet selama pertandingan berlangsung. Jika ASEAN Games sudah selesai maka rusun itu akan diperuntukkan untuk masyarakat menengah ke atas.

“Jadi kelas-kelas berdasi, targetnya tuh dia nggak mampu beli rumah di Jakarta tapi dia beli rumah di sekitar (Jakarta), kerja di Jakarta. Hari kerja di akan tinggal di situ sama keluarganya, tapi akhir pekan dia akan kembali ke rumahnya. Jadi hari kerja tidak ada lagi puluhan ribu, jutaan mobil masuk ke Jakarta,” ucapnya.

Rusun yang jumlahnya bisa mencapai 7.200 unit ini akan dibangun kawasan Kemayoran. Penyewanya tidak perlu memiliki KTP Jakarta namun harus memiliki kemapanan finansial karena sewa rusun itu sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per hari.

Langkah perubahan peruntukan ini sempat dikritik Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik. Menurutnya, jika rusun itu kelak disewakan pada masyarakat, maka Pemprov DKI akan kesulitan membangun rusun lagi jika diminta menjadi tuan rumah pesta olahraga berskala besar.

“Kalau nanti membangun semacam wisma atlet lagi, itu akan menjadi pemborosan,” ucap Taufik saat dihubungi, Selasa (15/9/2015).

Selain itu, ia sanksi masyarakat akan mau menempati rusun yang dulunya sudah dipakai oleh para atlet dari berbagai negara. Taufik berpikir bukan tidak mungkin Pemprov DKI akan digugat warga karena peruntukan yang berubah tersebut.

“Itu (wisma atlet) bisa menimbulkan perdebatan setelah tidak dipakai lagi untuk Asian Games. Awalnya dipakai jadi wisma atlet, kemudian diubah menjadi rusun. Masyarakat bisa menuntut karena sekarang sudah pintar-pintar,” ucap ketua Badan Anggaran DPRD DKI itu.

Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.