Beranda Nasional Persediaan Air Bersih di Jakarta Masih Aman

Persediaan Air Bersih di Jakarta Masih Aman

190
0
Sebarkan
 Petugas mengecek pipa instalasi air di instalasi pengolahan air Palyja, Jakarta, Rabu (29/7/2015). Persedian air di wilayah DKI Jakarta masih aman dengan distribusi air 8600 liter perdetik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Petugas mengecek pipa instalasi air di instalasi pengolahan air Palyja, Jakarta, Rabu (29/7/2015). Persedian air di wilayah DKI Jakarta masih aman dengan distribusi air 8600 liter perdetik. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jakarta, sewarga.com – Kemarau panjang yang kini sedang melanda Ibukota dan sekitarnya mengakibatkan kekeringan pada sumber air bersih di berbagai wilayah DKI Jakarta. Namun suplai air baku bagi warga Jakarta aman hingga akhir tahun.

Menurut Dirut PAM Jaya Erlan Hidayat melalui rapat koordinasi yang diadakan PAM Jaya dengan pihak Palyja, Aetra, PJT II dan Badan Regulator, ketahanan air baku untuk Jakarta masih pada level aman sampai dengan Desember 2015.

“PJT II menjamin suplai air baku untuk Jakarta dalam kondisi aman sampai dengan Desember ini, karena batas pola kering Tinggi Muka Air (TMA) pada Waduk Jatiluhur sebesar 87.5 mdpl sementara saat ini berada di posisi 94.22 mdpl dan diperkirakan pada akhir Desember berada pada posisi 91.25 mdpl,” ujar Erlan dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (17/9/2015).

Erlan mengatakan, posisi sumber air baku untuk Jakarta saat ini 81% berasal dari Waduk Jatiluhur sementara 15% lainnya berasal dari PDAM Kabupaten Tangerang berupa air curah dan 4% berasal dari sungai yang berada di Jakarta. Untuk mendukung kondisi persediaan, PAM Jaya bersama Palyja, Aetra dan PJT II juga melakukan serangkaian kegiatan guna memastikan bahwa suplai air baku akan aman di tengah kemarau panjang ini.

“Salah satu kegiatan yang dilakukan PAM Jaya bersama mitra swasta yaitu berupa memonitor pekerjaan normalisasi Saluran Tarum Barat yang dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui BBWS Citarum antara lain pekerjaan Normaliasi Saluran Tarum Barat Trase Curug — Bekasi  yang dibagi menjadi 2 paket pekerjaan. Di mana sampai dengan saat ini paket I Curug — Cibeet, pekerjaan fisik sudah mencapai 60% dan dredging 73%, sedangkan paket II Cibeet — Bekasi, pekerjaan fisik sudah mencapai 51% dan dredging 63%. Selain itu PAM Jaya juga akan melakukan koordinasi ke BBWS Citarum untuk usulan pemasangan automatic trash rack di hulu Syphon Bekasi guna mengoptimalkan pasokan air baku ke wilayah Jakarta,” terang Erlan.

Tidak hanya pekerjaan normalisasi saluran saja, upaya lain juga dilakukan seperti penertiban saluran buangan limbah penduduk yang dibuat secara permanen. Hal ini tentu untuk menjaga kualitas dan kuantitas air baku yang sampai ke Jakarta tetap baik.

Namun demikian wilayah pelayanan di bagian barat Jakarta yang merupakan wilayah pelayanan Palyja akan mengalami sedikit gangguan, karena IPA Taman Kota berkapasitas 150 lps yang melayani sekitar 15,000 warga mengalami penurunan kapasitas produksi akibat dari masuknya air laut ke sumber air baku IPA Taman Kota. Permasalahan serupa terjadi di IPA Cilandak yang berkapasitas 400 lps harus menurunkan kapasitasnya 50% karena air bakunya semakin tercemar di musim kemarau khususnya untuk parameter mangan, amoniak dan deterjen.

Untuk ini Dirut PAM JAYA menyatakan bahwa sebagai antisipasi kekurangan suplai air bersih di Wilayah Barat dan Selatan Jakarta, PAM Jaya meminta AETRA (Operator Wilayah Timur Jakarta) mengirimkan air lintas ke Palyja sebanyak 100 — 150 lps melalui boundary di Jl MT Haryono Kegiatan tersebut diharapkan mampu mengantisipasi dampak kemarau panjang yang dialami oleh masyarakat Jakarta.

Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.