Beranda Nasional 1 WNI Korban Penyanderaan di Papua Nugini Terluka di Kaki

1 WNI Korban Penyanderaan di Papua Nugini Terluka di Kaki

137
0
Sebarkan

031700000_1420703525-Kemenlu6Jakarta, sewarga.com – Sebanyak 2 warga negara Indonesia (WNI) yang dibebaskan dari penculikan kelompok bersenjata di Papua Nugini kini dalam keadaan sehat. Hal ini dipastikan setelah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menelepon 2 WNI tersebut.

“Pukul 08.05 WIB, saya sudah komunikasi per telepon dengan 2 sandera yang sudah bebas. Keduanya sehat dan berada di Konsul RI di Vanimo (Papua Nugini),” kata Retno di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Saat ini kedua WNI berada di Konsul RI Vanimo, Papua Nugini. Mereka akan menempuh perjalanan darat selama 1 jam untuk diserahkan kepada Pangdam Cendrawasih TNI.

Meski 2 tukang kayu itu ‎sehat, mereka akan tetap menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Jayapura, Papua.

‎”Selanjutnya diserahterimakan ke Pangdam Jayapura. Juga ada pemeriksaan kesehatan di RS Jayapura sebelum diserahterimakan pada keluarga. Puji syukur penyanderaan telah dibebaskan,” pungkas Retno.

Luka di Kaki

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menambahkan, seorang WNI yang diselamatkan terluka sedikit di bagian kaki karena terjatuh saat diselamatkan.

Namun, pria yang karib disapa Tata itu memastikan, luka di kaki WNI tersebut bukan masalah besar karena langsung mendapatkan perawatan.

Sebelumnya, kelompok bersenjata tak dikenal menyerang beberapa penebang kayu di Hutan Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua pada Rabu 9 September 2015.

Sebanyak 2 penebang kayu itu, yakni Sudirman dan Badar dikabarkan hilang sejak penyerangan itu. Pada Sabtu, 12 September 2015, Konsulat RI di Vanimo menginformasikan 2 WNI disandera kelompok bersenjata di wilayah Papua Nugini.

Para penyandera meminta agar diadakan barter antara kerabatnya yang ditahan oleh Polsek Kirom, Papua Barat dengan para sandera. Para penyandera tersebut sebelumnya disebut-sebut merupakan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun Polri lewat Kabagpenum Polri Kombes Pol Suharsono memastikan, 2 WNI tersebut bukan diculik oleh OPM. Melainkan kelompok bersenjata lain dari sipil.

Pemerintah RI pun terus berkoordinasi dengan Papua Nugini untuk bisa menyelamatkan 2 WNI tersebut. Namun personel TNI yang dikerahkan tidak bisa memasuki wilayah tersebut.

Mengingat, pemerintah Papua Nugini memang melarang TNI bergerak masuk ke wilayahnya. Mereka juga meminta agar Indonesia menyerahkan kasus penyanderaan ini kepada tentara mereka.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.