Beranda Nasional Gay Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Semarang Meningkat

Gay Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Semarang Meningkat

167
0
Sebarkan
Ilustrasi
Ilustrasi

Ungaran, sewarga.com – Keberadaan komunitas penyuka sesama jenis kelamin di Kabupaten Semarang semakin mengkhawatirkan. Selain semakin terang-terangan dalam menunjukkan eksistensinya, banyak di antara mereka sudah terinfeksi penyakit menular seksual serta HIV/AIDS.

Komunitas gay dan lesbian ini kerap ditemui di kawasan sekitar Museum Palagan Ambarawa, Pasar Hewan Ambarawa dan juga di kawasan wisata Candi Ngempon. Beberapa tempat tersebut kerap dijadikan tempat mangkal atau kumpul kumpul. “LSL (lelaki suka lelaki) di sini semakin banyak. Bahkan ada temuan baru HIV/AIDS dari komunitas LSL. Kami masih mendata berapa jumlah mereka,” kata Koordinator PKBI Kabupaten Semarang, Muhamad Pujisantoso, Jumat (18/9/2015).

Selama 2015, menurut Pujisantoso, PKBI menemukan dua penderita HIV/AIDS baru yakni seorang LSL dan ibu hamil yang tertular dari suaminya. Sedangkan temuan pada 2014 lalu, ungkap Puji, sebanyak 63 orang lekaki berisiko tinggi dan waria sebanyak 31 orang, PSK 107 dan ibu rumah tangga 18 orang dan anak-anak 7 orang.

Pihaknya memperkirakan, angka penderita infeksi menular seksual serta HIV/AIDS di kalangan LSL tahun ini akan meningkat. “Jumlah ODHA tersebut terbagi menjadi 102 orang masih hidup, dan 86 orang meninggal dunia. Di tahun ini kemungkinan meningkat, sebab sejak Januari-Agustus saja sudah ada 52 kasus temuan baru,” kata Puji.

PKBI melalui kelompok pendamping sebaya terus mendampingi pada ODHA dengan melakukan kunjungan untuk ODHA yang adalah ibu hamil untuk mencegah penularan penyakit itu dari ibu ke anak mereka.

Namun khusus dikalangan LSL, PKBI menghadapi kendala lantaran kecenderungan komunitas ini yang sangat tertutup. “Susah untuk sosialisasi ke mereka. Biasanya mereka itu menggunakan media sosial untuk saling berhubungan satu sama lain. Kami masih berupaya menembus dengan pengkaderan dari kalangan LSL,” ujarnya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.