Beranda Nasional Menlu RI: Penyanderaan Oleh OPM Telah Melanggar HAM

Menlu RI: Penyanderaan Oleh OPM Telah Melanggar HAM

73
0
Sebarkan

289009_menteri-luar-negeri-ri-retno-marsudi_663_382Jakarta, sewarga.com – Pembebasan kedua korban penyanderaan yang dilakukan oleh Tim Papua Nugini mendapat apresiasi dari Pemerintah Indonesia. Melalui Kementrian Luar Negeri, yaitu Menlu RI Retno Marsudi. “Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintahan Papua Nugini yang telah membantu dan bekerja sama dalam upaya proses pembebasan kedua sandera”. Ucap Retno.

Laporan Informasi pembebasan sandera tersebut, sejatinya telah di laporkan oleh Pihak Papua Nugini pada hari Kamis Malam tanggal 17 September 2015 pukul 19.35 WIB. Terkait hal ini, Retno Marsudi mengatakan, bahwa sejak laporan penyanderaan diterima, komunikasi antara Indonesia dan Papua New Guinea telah dilakukan secara Intens untuk merencanakan bagaimana proses pembebasan sandera tersebut.

Tidak hanya itu, dirinya juga terus melakukan komunikasi secara intens kepada Panglima TNI, dan juga teman-teman Konsulat yang ada di Vanimo, Papua New Guinea. Menurut Retno Komunikasi dilakukan secara Intensif dan terbuka kepada pihak PNG diantaranya kepada PM Papua Nugini, Panglima Angkatan Bersenjata PNG, beserta Tim di lapangan guna dalam rangka untuk membebaskan para sandera.

Terkait penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok Sipil Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menilai bahwa tindakan penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok tersebut merupakan tindakan kriminal yang telah melanggar HAM.

Retno mengatakan bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak berperi kemanusiaan, Oleh karena itu. Pemerintah Indonesia akan mendalami siapa yang akan bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Menurut Retno Marsudi dari Informasi yang telah diterima, Pelaku penyanderaan adalah Kelompok Bersenjata yang terafiliasi dengan kelompok-kelompok yang selama ini sering menyuarakan tuduhan adanya Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Papua.

Kejadian ini justru menunjukkan kepada dunia mengenai pelanggaran HAM dan tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata seperti OPM. Oleh karena itu, Indonesia berharap agar para pelaku tindak kriminal tersebut dapat segera di temukan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mengenai kedua korban, saat ini keduanya masih berada di Vanimo, Papua Nugini bersama para Konsulat Republik Indonesia, untuk selanjutnya para sandera diantar oleh Konsulat Indonesia ke perbatasan Skouw-Wutung yang kira-kira menempuh 1 jam  perjalanan melalui jalur darat, yang kemudian keduanya akan diterima oleh Pangdam  XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Hinsa Siburian dan selanjutnya diserahkan kepada Pemda Jayapura yang kemudian para korban diperiksa mengenai kesehatannya, dan setelah itu keduanya akan diserahkan pada masing-masing keluarga.

Penulis: Alfred karafir


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.