Beranda Teknologi Netizen Tanggapi Sindiran Mario Teguh Soal Game

Netizen Tanggapi Sindiran Mario Teguh Soal Game

139
0
Sebarkan
Video game Dagelan Cermat yang dikembangkan oleh Touchten. (Dok. Touchten)
Video game Dagelan Cermat yang dikembangkan oleh Touchten. (Dok. Touchten)

Jakarta, sewarga.com – Motivator Mario Teguh ramai diperbincangkan di jagad maya setelah komentarnya tentang relasi ayah dan video game dikecam oleh pengembang game lokal dari perusahaan Touchsten. ‘Perseteruan’ keduanya menjadi perbincangan di jejaring sosial.

Mario Teguh melalui status di laman resmi Facebook miliknya, melontarkan sindirian kepada para ayah yang lebih memilih bermain video game di hadapan bayi mereka. Menurut Mario, tindakan tersebut justru memancing sang anak menjadi sosok yang malas belajar karena video games.

Kutipan dari Mario ditanggapi sinis oleh sutradara Joko Anwar lewat akun twitternya, @jokoanwar. Menurut tokoh muda perfilman Indonesia ini, Mario Teguh tak bijak dengan melontarkan kutipan tersebut. Mario dianggap menyudutkan para gamers tanah air.

Joko Anwar membandingkan sosok Mario Teguh dengan politikus Partai Gerindra yang ramai diperbincangkan belakangan, Fadli Zon. “Fadli Zon mojokin pendengar musik metal, Mario Teguh mojokin video gamers. Yang bener mereka sendiri. Mereka jodoh,” kata Joko melalu cuitannya di twitter.

Komentar lain muncul dari seorang netizen, Alexandro Ramba. Alexandro, seorang pembaca CNN Indonesia, menuturkan selama ini stereotip gamers adalah sampah dan negatif. Padahal, menurutnya, para pencandu permainan bukanlah seperti imaji selama ini. “Gamers itu layaknya seorang atlet dunia maya yang jika dipoles dan didik akan menjadi atlet yang profesional,” ujarnya seperti dikutip dalam komentar pembaca CNN Indonesia.

Seorang netizen yang juga mengaku sebagai ayah dan memiliki seorang anak, Faizal Aswari, tak sepaham dengan Mario. Faizal mengaku dirinya dan keluarga kecilnya senang bermain game berbasi teknologi. “Tapi kami tidak gila games, anak saya sekolah di sekolah dengan standart nilai tinggi dengan basis nilai terendah 7.5 setiap pelajaran, tapi tetap tidak tertinggal pelajaran dikarenakan suka main games. Malah masuk ranking 5 besar di sekolah,” kata Faizal.

Selain nada sinis, terlontar pula komentar dari Andika Rahman yang berposisi netral. Andika yang mengklaim dirinya sebagai gamer sekaligus pengembang permainan di PS4 dan Xbox One, justru merasa tak tersindir dengan ucapan Mario Teguh.

“Kita harus mengerti zaman beliau berbeda dengan kita. Kata-kata beliau ada betulnya. Silahkan main game, asal kita juga tidak melupakan untuk mengembangkan potensi yang kita miliki, saya bermain game karena memang punya tujuan besar,” kata Andika seperti dikutip dari laman komentar pembaca CNN Indonesia.

Sementara itu, dukungan kepada Mario Teguh atas pemikirannya juga mengalir. Seorang netizen yang menamai dirinya sebagai Indra Bhaskoro sepakat dengan sang motivator. Dia justru menyindir para produsen dan CEO game di tanah air.

“Cerna dulu kalimat Pak Mario Teguh. Kenapa tidak mengurus anaknya yang masih bayi malah main game. Logika anda rusak karena terlalu banyak hasilkan game,”

Terlepas dari pro kontra, berdasarkan studi Psychological Science yang diterbitkan pada 2007, bermain game action yang mengambil sudut pandang orang pertama (FPS) dinilai dapat meningkatkan penglihatan penggunanya. Ini terjadi karena otot mata dilatih untuk melihat objek kecil dengan lebih cepat.

Riset sejenis yang diselenggarakan dua universitas di Inggris dan Australia. Mereka melakukan riset terhadap para pemain game Tetris, seperti dikutip dari Attn. Game Tetris dipercaya dapat mengurangi keinginan makan berlebih, merokok, minum kopi, dan melakukan tindakan kurang etis.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.