Beranda Nasional Soal Eksekusi Mati Tahap Ketiga, Komisi III DPR Pertanyakan Kesiapan Kejagung

Soal Eksekusi Mati Tahap Ketiga, Komisi III DPR Pertanyakan Kesiapan Kejagung

112
0
Sebarkan
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, sewarga.com – Komisi III DPR mempertanyakan kesiapan Kejaksaan Agung untuk melakukan eksekusi mati tahap ketiga bagi narapidana kasus narkotika. Sebab, anggaran yang diminta Kejagung jumlahnya terbatas hanya untuk 14 narapidana.

“Daftar tunggu eksekusi pidana mati (death penalty row) sebenarnya lebih dari 120 orang. Maka dipertanyakan dalam rapat, mengapa kesiapan Kejaksaan hanya untuk 14 terpidana mati?” ujar anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, kepada Kompas.com, Sabtu (19/9/2015).

Menurut Arsul, dalam rapat dengan Jaksa Agung beberapa waktu lalu, Komisi III DPR ingin mempertanyakan perihal kesiapan Kejagung tersebut.

Namun, karena keterbatasan waktu rapat, pertanyaan tersebut akhirnya belum terjawab. Jaksa Agung rencananya akan menjawab pertanyaan itu secara tertulis.

Seperti yang dikutip dari Antaranews, Kejaksaan Agung mengajukan anggaran untuk tahun 2016 sebesar Rp 4,706 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk biaya untuk eksekusi mati terhadap 14 terpidana mati.

Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan, dari total anggaran yang diajukan tersebut, sebanyak Rp 307.655.120.000 adalah untuk penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana umum.

Menurut dia, biaya eksekusi mati terhadap 14 terpidana mati sudah termasuk dalam biaya penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.