Beranda Nasional Akibat Kabut Asap, Nelayan Hilang di Perairan Nias

Akibat Kabut Asap, Nelayan Hilang di Perairan Nias

94
0
Sebarkan
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Pengendara sepeda motor memanfaatkan jasa tukang perahu untuk menyeberangi Sungai Batanghari di Jambi dengan latar belakang Jembatan Gentala Arasy yang diselimuti kabut asap, Senin (14/9/2015) sekitar pukul 18.00. Udara berasap bercampur abu kebakaran lahan semakin pekat dan mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Pengendara sepeda motor memanfaatkan jasa tukang perahu untuk menyeberangi Sungai Batanghari di Jambi dengan latar belakang Jembatan Gentala Arasy yang diselimuti kabut asap, Senin (14/9/2015) sekitar pukul 18.00. Udara berasap bercampur abu kebakaran lahan semakin pekat dan mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.

Kota Gunungsitoli, sewarga.com — Kabut asap masih menyelimuti wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara, hingga hari ini, Minggu (20/9/2015). Sejauh ini aktivitas masyarakat masih berjalan normal di daratan.

Meski begitu, kabut asap diduga menyebabkan nelayan di lautan. ”Diduga akibat menebalnya kabut asap, satu orang nelayan hingga kini belum kembali saat sedang melaut,” kata Torang Hutahaean, Kepala Pos SAR Nias, Minggu (20/09/2015).

Informasi dari pihak keluarga, nelayan bernama Ahmad Yakub Gea (47) yang berasal dari Kecamatan Sawo, Nias Utara, berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WIB, kemarin (19/9/2015). Namun, Ahmad Yakub hingga masih belum kembali.

Hingga siang ini, Tim SAR Nias telah turun melakukan pencarian dan penyisiran di laut sejauh lima mil. Pencarian dilakukan baik ke arah utara, selatan dan barat, tapi hasilnya masih nihil.

”Kami terus upayakan pencarian hingga petang ini, dan juga tetap melihat kondisi alam yang selalu berubah-ubah. Jika tidak ditemukan akan dilanjutkan besok,” kata Torang.

Jarak pandang yang terbatas menjadi kendala tim pencari. Meski begitu, pencarian masih jadi prioritas utama hingga tiga hari ke depan.

Sumber: kompas.com


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.