Beranda Ekonomi Cek Catatan Utang Anda Sebelum Ajukan KPR

Cek Catatan Utang Anda Sebelum Ajukan KPR

122
0
Sebarkan

housJakarta, sewarga.com – Untuk mendapatkan hunian yang layak, masyarakat sudah difasilitasi dengan program bernama Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Memang hal ini sudah seringkali jadi perbincangan, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengerti bagaimana cara mengajukan dan sukses untuk mendapatkan KPR.

Satu permasalahan yang harus diperhatikan masyarakat adalah catatan kredit selama ini. Misalnya kredit kendaraan, telepon seluler dan lainnya. Pihak bank sebelum menyetujui KPR akan mengecek terlebih dahulu catatan kredit yang ada di Bank Indonesia.

“Jadi saat bank kasih kredit KPR, akan dicek di sana (BI Checking) dulu. Datanya akan langsung muncul bermasalah atau tidaknya,” ungkap Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk kepada detikFinance, Minggu (20/9/2015)

Bila tenyata ada kredit yang bermasalah, maka debitur akan sulit untuk mendapatkan fasilitas KPR. “Kalau banyak tunggakan atau utang yang belum selesai ya akan tercatat di BI dan sulit lagi buat dapat KPR,” sebutnya.

Rohan menambahkan, untuk mendapatkan KPR, masyarakat bisa datang terlebih dahulu ke pihak pengembang. Biasanya masyarakat bisa mengikutinya di beberapa pameran atau langsung ke lokasi hunian yang dituju. Saat hunian sudah didapatkan, pengembang akan langsung menawarkan KPR dari berbagai bank.

“Start-nya dari developer. Nanti mereka yang ngasih kontak bank yang kerjasama dengan pengembang tersebut,” kata Rohan

Seandainya datang ke bank, masyarakat juga akan diberikan penawaran oleh bank ke beberapa pengembang yang sudah menjalin kerjasama. Meskipun nanti informasi yang diterima soal jenis hunian tidak terlalu rinci.

“Memang lebih baik ke pengembang, karena masyarakat pasti ingin lebih banyak tahu soal spesifikasi rumah. Kalau KPR dan sistemnya itu kan sudah cukup standar,” jelasnya.

Selanjutnya adalah kelengkapan umum. Yaitu warna negara Indonesia, berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (untuk karyawan) dan 65 tahun (untuk wiraswasta/profesional),memiliki penghasilan rutin per bulan dan lama kerja minimal 2 tahun (untuk karyawan) atau 3 tahun (untuk pengusaha/profesional).

“Ada standar data penghasilan. Syaratnya adalah 1/3 dari gaji Rp 10 juta berarti sekitar Rp 3 juta, disesuaikan dengan jangka waktu pinjaman. Kalau seorang pengusaha itu akan dilihat data transaksi keuangan selama ini,” papar Rohan.

Di samping itu adalah kelengkapan administrasi. Seperti KTP, kartu keluarga, NPWP pribadi, rekening tabungan, slip gaji dan surat keterangan kerja. Menurut Rohan, bila syarat-syarat tersebut sudah terpenuhi maka seharusnya sudah bisa mendapatkan hunian dengan fasilitas KPR.

“Kalau syarat itu sudah terpenuhi seharusnya sudah bisa mendapatkan KPR, nggak ada masalah,” tegasnya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.