Beranda Ekonomi RI ‘Pindahkan’ Gudang Kapas dari Malaysia, Ini Dampaknya

RI ‘Pindahkan’ Gudang Kapas dari Malaysia, Ini Dampaknya

241
0
Sebarkan

187247_bongkar-muat-kontainer-di-pelabuhan-tanjung-priok_663_382Jakarta, sewarga.com -Indonesia belum menganut ketentuan untuk membolehkan sistem gudang internasional, barang impor yang masuk harus berasal dari importir. Pemerintah belum mengantur trader (bukan importir) yang memiliki stok bahan baku untuk memasukan barang ke dalam negeri, dan bebas bea masuk impor. Kondisi ini membuat industri dalam negeri tak efisien.

Sedangkan di Malaysia justru sebaliknya, ada ketentuan trader boleh memasukan barang bebas bea masuk bukan untuk keperluan impor namun hanya sebagai gudang internasional. Di sana sudah punya infrastruktur gudang yang baik dan lengkap. Di Indonesia, ketentuan barang bebas masuk impor baru bisa diterapkan di perusahaan/importir yang berada di kawasan berikat, yang produknya harus berorientasi ekspor atau tak dijual ke dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia (API) Ade Sudrajat menyambut baik rencana pemerintah mengubah aturan soal ketentuan perubahan dari gudang berikat diperluas menjadi sistem pusat logistik berikat. Pusat logistik berikat ini memungkinkan kapas-kapas impor dan bahan baku lainnya yang selama ini milik trader yang ditempatkan di Port Klang Malaysia bisa langsung masuk ke industri pengguna dalam negeri tanpa harus singgah di pelabuhan Malaysia.

Ade mengatakan kapas-kapas impor tersebut selama ini memang disimpah dahulu oleh trader global di Port Klang sebelum masuk ke Indonesia. Sebagian besar kapas-kapas milik trader akan masuk ke Indonesia, namun kenyataannya trader memilih menaruh di Malaysia untuk menghindari kena bea masuk impor.

“Kenapa ini terjadi? karena di Indonesia belum ada soal ketentuan izin gudang internasional, barang yang masuk harus dar importir,” kata Ade kepada detikFinance, Minggu (20/9/2015)

Ia mengatakan bila sistem gudang internasional berlaku di dalam negeri maka Indonesia akan lebih bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dampaknya biaya logistik khususnya biaya penyimpanan akan bisa ditekan terutam oleh industri di dalam negeri.

Ade mengatakan bila para trader kapas sudah bisa masuk Indonesia tanpa bea masuk, maka industri pengguna di dalam negeri bisa langsung mendapatkan pasokan dari gudang trader yang ada di dalam negeri. Pengenaan bea masuk impor baru akan berlaku setelah ada perpindahan barang daru gudang trader di dalam negeri ke industri pengguna.

“Dampaknya akan bikin industri efisien, pabrik tak perlu simpan kapas di gudang mereka sampai 3 bulan, cukup 1 bulan saja karena sudah ada di gudang-gudang trader. Sehingga biaya inventori lebih rendah, karena tak banyak simpan barang di gudang maka dari sisi asuransi (barang) lebih hemat juga,” katanya.

Ade mengatakan selama ini para industri tekstil dan produk tekstil harus mendatangkan bahan baku kapas dari Port Klang Malaysia. Sedangkan bila sudah ada ketentuan baru, maka gudang-gudang trader kapas bisa berada di sekitar industri, misalnya di Jakarta.

“Sehingga ada penghematan biaya logistik,” katanya.

Ia mengatakan selama ini para trader dunia termasuk di bisnis kapal lebih banyak simpan barang di Port Klang Malaysia. Di Port Klang, tersedia gudang-gudang lengkap dan spesifik, untuk barang-barang tertentu.

“Mereka punya fasilitas cold storage yang besar seperti untuk kapas, daging,” kata Ade.

Menko Perekonomian Darmin Nasution pernah mengatakan nantinya yang akan berinvestasi di sistem pusat logistik berikat adalah pihak swasta. Selain perusahaan minyak, ada beberapa perusahaan lain yang tertarik untuk membangun pusat logistik berikat. Di antaranya kapas, susu, minyak, pipa dan rig, dan bahan peledak.

“Di Cikarang-Jabar untuk kapas dan susu, di Tanjung Batu, Kaltim itu migas (pipa dan rig). Storage nanti ada di Banten. Sumut ada bahan peledak. Storage ini nggak perlu dibiayai Pertamina, karena punya orang lain. Itu juga nggak akan dibawa jauh-jauh. Pasti tunggu gilirannya di beli. Apalagi nanti tersebar di berbagai pulau. Ini kelihatannya tidak terlalu konkret, padahal konkret sekali,” terang Darmin akhir pekan ini.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.