Beranda Internasional Hotel di Mekkah Terbakar, Ribuan Jemaah Haji Diungsikan

Hotel di Mekkah Terbakar, Ribuan Jemaah Haji Diungsikan

408
0
Sebarkan

Ini-9-Kejadian-Terdahsyat-Di-Mekah-Sepanjang-Masa-Termasuk-Crane-Jatuh-di-Masjidil-HaramJakarta, sewarga.com – Sekitar 1.500 jamaah haji dievakuasi ketika kebakaran terjadi di hotel mereka tempat pada Senin (21/9) pagi, menambah daftar panjang insiden yang terjadi di Mekkah saat musim haji tahun ini.

Dilansir Saudi Gazette, Direktur Departemen Informasi dan Juru Bicara Pertahanan Sipil Kolonel Abdullah Al-Orabi Al-Harthy menyatakan kebakaran ini menyebabkan empat jamaah haji asal Yaman menderita luka ringan.

Harthy mengatakan laporan atas insiden kebakaran di lantai 11 dan 15 diterima petugas pertahanan sipil sekitar pukul 2.45 pagi.

Menerima laporan tersebut, Tim Pertahanan Sipil bergegas ke lokasi kejadian dan mengevakuasi para jemaah haji yang terjebak dan memadamkan api.

Harthy memaparkan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh arus pendek listrik.

Sesaat setelah Tim Pertahanan Sipil berhasil memadamkan api, para jemaah haji dapat kembali menempati hotel.

Ditanya soal kemungkinan jemaah haji asal Indonesia berada di hotel tersebut, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, “Bukan asramanya WNI, kalau enggak terkait WNI, perwakilan enggak akan lapor ke saya.”

Sementara itu, Menteri Kesehatan Saudi Khalid Al-Falih menyatakan pihaknya menyediakan fasilitas kesehatan di Arafah, untuk memastikan kelancaran prosesi wukuf. Falih memperkirakan sekitar 25 ribu staf Departemen Kesehatan dari berbagai daerah di Saudi siap menangani jemaah jika ada keluhan sakit.

Departemen Kesehatan Saudi mengimbau agar para jemaah selalu menjaga kesehatan dan keselamatan saat melakukan ibadah haji, agar terhindar dari penyakit menular. Para jemaah diimbau untuk memakai masker wajah, selalu mencuci tangan dengan air dan sabun serta menggunakan tisu bersih ketika bersin atau batu.

Depkes Saudi juga mengimbau para jemaah menghindari air es atau air dingin, dan terkena paparan pendingin ruangan ketika tubuh masih berkeringat.

Tercatat, sekitar 39 persen dari semua pasien yang dilarikan ke rumah sakit selama haji menderita pneumonia. Penyakit ini juga dinilai sebagai penyakit utama di kalangan jemaah.

“Setidaknya sepertiga dari seluruh jamaah beresiko menderita penyakit itu, baik karena usia lanjut atau kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Jemaah haji yang berisiko tinggi sebaiknya diberikan vaksinasi,” kata Dr Nezar Bahabri, Direktur Komunitas Mirkobiologi Medis dan Penyakit Menular Saudi dan Konsultan Penyakit Menular di Rumah Sakit Soliman Al-Fakeeh.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di hotel Sakaf al Barakah, di wilayah al Aziziyah, Mekkah pada Kamis (17/9) dini hari, menyebabkan lebih dari 1.000 jemaah harus dievakuasi.

Menurut Konsulat Jenderal RI di Mekkah, Dharmakirty Syailendra, insiden itu terjadi akibat kelalaian jemaah haji asal Solo yang menanak nasi dengan rice cooker di kamar hotelnya, lalu ditinggal ke Masjidil Haram. Dharma mengatakan dua orang jemaah asal Solo tersebut kemudian dirawat karena karena menghirup asap.

Ibadah haji juga diwarnai oleh insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat (11/9), yang menewaskan ratusan orang, termasuk jemaah Indonesia dan melukai ratusan orang lainnya.

Kontraktor utama proses perluasan Masjidil Haram, Saudi Binladin Group diduga ikut bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pemerintah Saudi telah menjatuhkan sejumlah sanksi kepada perusahaan yang didirikan oleh ayah Osama Bin Laden itu.

Kepala sub-bagian Informasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Affan Rangkuti pada Selasa (21/9) menyatakan sebanyak sembilan orang WNI yang terluka akibat insiden akan diwukufkan di Rumah Sakit Arafah.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.