Beranda Nasional Kemenkumham Akui Banyak Godaan di Lapas Sukamiskin

Kemenkumham Akui Banyak Godaan di Lapas Sukamiskin

67
0
Sebarkan
Indra Akuntono Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenkumham Ansarudin (kedua dari kiri) Powered by Telkomsel
Indra Akuntono Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenkumham Ansarudin (kedua dari kiri) Powered by Telko

Jakarta, sewarga.com – Kepala Biro Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ansarudin, mengatakan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dihuni banyak tahanan yang berduit. Ia menilai hal itu jadi salah satu penyebab lalainya petugas lapas sehingga ada beberapa kasus tahanan keluar dari lapas tanpa atau tidak sesuai dengan izin yang diberikan.

Kasus terbaru adalah saat Gayus Tambunan kedapatan makan di restoran di kawasan Jakarta Selatan. Padahal, terpidana korupsi itu hanya diizinkan meninggalkan lapas untuk menghadiri sidang gugatan perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Utara.

Selain Gayus, mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad pernah meninggalkan lapas Sukamiskin tanpa izin resmi. Mochtar adalah terpidana kasus korupsi dana APBD Kota Bekasi.

“Banyak godaan di situ (Lapas Sukamiskin). Banyak duitnya. Setan banyak di tempat orang banyak duit,” kata Ansar, di Kantor Ditjen PAS, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2015).

Ansar tidak menyebut gamblang bahwa izin dari petugas lapas untuk Gayus makan di restoran dilatari dengan gratifikasi atau suap. Tapi menurut Ansar, kasus seperti ini tidak akan terjadi seandainya petugas lapas memiliki integritas yang mumpuni. Karena secara penghasilan, honor petugas lapas terbilang sudah cukup mengalami peningkatan.

Untuk petugas dengan jabatan terendah, dalam satu bulan mendapatkan Rp 5 juta dari gaji pokok dan tunjangan kinerja. Sedangkan untuk jabatan tertinggi setingkat kepala lapas, penghasilannya bisa di atas Rp 13 juta yang berasal dari gaji dan tunjangan kinerja.

“Dari segi pendapatan kita sudah cukup lumayan dibanding aparat penegak hukum lainnya. Tapi kembali kepada mental dan kepekaan. Jujur, ada oknum yang harus kita refresh untuk bagaimana aturan lapas bisa dilakukan dengan benar,” ujar Ansar.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.