Beranda Ekonomi M Fadjroel Rachman Dapat Jatah Komisaris Utama Adhi Karya

M Fadjroel Rachman Dapat Jatah Komisaris Utama Adhi Karya

449
0
Sebarkan

Fadjroel-Rachman-UU-PilkadaJakarta, sewarga.com – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Adhi Karya (Persero) Tbk menetapkan Muhammad Fadjroel Rachman menjadi Komisaris Utama perseroan, menggantikan Imam Santoso Ernawi. Perseroan juga memperoleh persetujuan untuk melepaskan saham baru (rights issue) senilai Rp 2,74 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan agenda RUPSLB antara lain, pertama, Persetujuan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT l) dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

“Kedua, Persetujuan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-08/MBU/06/2015 dan PER-09/MBU/07/2015. Ketiga, Persetujuan Alokasi Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2015. Keempat, Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan kelima, Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/9).

Fadjroel Rachman merupakan nama baru yang masuk dalam jajaran Komisaris Adhi Karya berdasarkan hasil RUPSLB. Dia selama ini dikenal sebagai peneliti, penulis, pengamat politik dan aktivis. Fadjroel juga sempat menjadi relawan pemenangan Joko Widodo ketika mencalonkan diri menjadi Presiden.

Berikut susunan dewan komisaris dan jajaran direksi Adhi Karya saat ini:

Dewan Komisaris :

  • Muhammad Fadjroel Rachman (Komisaris Utama)
  • Bobby A.A. Nazief (Komisaris)
  • Wicipto Setiadi (Komisaris)
  • Rildo Ananda Anwar (Komisaris)
  • Muchlis Rantoni Luddin (Komisaris Independen)
  • Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)

Direksi :

  • Kiswodarmawan (Direktur Utama)
  • Haris Gunawan (Direktur)
  • BEP. Adji Satmoko (Direktur)
  • Djoko Prabowo (Direktur)
  • Budi Saddewa Soediro (Direktur)
  • Pundjung Setya Brata (Direktur)

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui melepas 1,75 miliar saham baru senilai Rp 2,74 triliun setelah dikurangi biaya-biaya emisi. Dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk membiayai sebagian proyek transportasi massal berbasis rel, beserta stasiun dan properti pendukungnya dengan konsep Transit Oriented Development, termasuk di dalamnya fasilitas park and ride.

Realisasi Belanja Modal

Lebih lanjut, Ki Syahgolang mengungkapkan, realisasi belanja modal Adhi Karya per Agustus 2015 sebesar Rp 500 miliar atau 60,6 persen dari total alokasi sebesar Rp 824,7 miliar untuk tahun ini.

Menurutnya, dana yang sudah terserap tersebut digunakan untuk pengembangan bisnis properti, maintenance aset dan pembangunan hotel.‎

Ki Syahgolang merinci, dana digunakan untuk pembangunan properti sekitar 50-60 persen, penambahan aset sebesar 10-20 persen, sedangkan sisanya untuk pembangunan hotel.

 

 


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.