Beranda Nasional Blokir Rekening Akil Mochtar, KPK Masih Tunggu Proses Hukum Perkara

Blokir Rekening Akil Mochtar, KPK Masih Tunggu Proses Hukum Perkara

80
0
Sebarkan

a45Jakarta, sewarga.com –  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar mengancam untuk melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke kepolisian karena masih memblokir sejumlah rekening pribadi, istri dan anaknya. Padahal, menurut Akil, rekening yang diblokir itu tidak disita karena tidak terkait dengan perkara yang menjeratnya.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji menyatakan pihaknya akan membuka blokir terhadap rekening Akil dan keluarganya jika sudah tidak ada lagi perkara yang berproses.

Dikatakan, biasanya pemblokiran masih dilakukan karena proses hukum perkara pokok maupun perkara yang terkait belum rampung seluruhnya. Setiap pihak terkait masih memungkinkan untuk melakukan upaya hukum biasa dan upaya hukum luar biasa atau peninjauan kembali (PK).

“Biasanya Pemblokiran tetap dilakukan karena perkara pokok maupun perkara yang terkait via Pasal 55 KUHP, belum selesai seluruhnya, baik karena KPK maupun pihak-pihak terkait masih gunakan upaya hukum biasa maupun luar biasa (PK), dan ini yang masih ditunggu proses hukumnya. Tentunya Kalau sudah tidak ada kasus yang berproses, sewajarnya kami buka blokir,” kata Indriyanto kepada Suara Pembaruan, Rabu (23/9) pagi.

Akil telah menjalani hukuman seumur hidup di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat setelah upaya kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MK). Namun, selain Akil masih dapat melakukan PK atas putusan kasasi tersebut, KPK pun masih menangani perkara lain yang terkait dengan suap yang diterima Akil saat menangani sengketa Pilkada di MK. Sementara sebagian perkara terkait lainnya masih berproses di pengadilan.

Indriyanto menegaskan, pihaknya bekerja secara hati-hati dan penuh tanggung jawab agar tidak melanggar hak-hak pribadi siapapun yang terkait dengan kasus yang ditangani KPK. Untuk itu, Indriyanto menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi kembali kebenaran dari pernyataan Akil tersebut.

“KPK bekerja proper dan penuh tanggung jawab juga dihindari melanggar hak-hak pribadi siapapun yang terkait kasus di KPK,” tegas Indriyanto.

Sebelumnya, Akil Mochtar menolak menjadi saksi untuk terdakwa Bupati Morotai Rusli Sibua di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta selama rekening pribadi, istri dan anaknya masih diblokir oleh KPK. Bahkan, Akil mengancam akan mempolisikan dan menggugat secara perdata lembaga antikorupsi karena masih memblokir rekening tersebut. Lima surat Akil terkait pemblokiran rekening ini yang dikirim kepada pimpinan KPK juga tidak pernah direspons.

Akil tak mengungkap rekening-rekening pada bank mana saja yang masih diblokir KPK. Namun Akil menyebut salah satu rekeningnya di Bank Mandiri terdapat uang ratusan juta karena menampung gaji yang diterimanya selaku anggota DPR. Menurutnya, rekeningnya dan milik istrinya yang diblokir tidak terkait dengan perkara-perkara lain yang ditangani KPK termasuk yang telah berproses di pengadilan.

 


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.