Beranda Nasional BMKG: Hujan Tanda Awal Masa Pancaroba

BMKG: Hujan Tanda Awal Masa Pancaroba

157
0
Sebarkan

235303_puncak-musim-hujan_663_382Surabaya, sewarga.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya menyatakan hujan yang mengguyur sejumlah daerah pada musim kering (kemarau) belakangan ini hanya tanda awal akan datangnya musim pancaroba. Belum memasuki musim hujan.

“Memang sejumlah daerah sudah mulai ada hujan, tapi itu hanya tanda awal akan masuk masa peralihan (dari kemarau ke musim hujan) atau masa pancaroba. Sekarang masih kemarau,” kata Staf Informasi dan Data BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Eko Prasetyo di Surabaya, Rabu (23/9).

Ia mengemukakan hal itu menanggapi adanya sejumlah daerah di Tanah Air yang mulai diguyur hujan, diantaranya Pekanbaru, Palembang, kawasan Aceh Selatan, Bekasi, dan sejumlah daerah di Jatim yakni Lawang, Asembagus dan Kalianget.

Menurut Eko, Jawa Timur (Jatim) akan mengalami masa peralihan atau masa pancaroba pada Oktober-November. Sedangkan musim hujan diprakirakan baru akan terjadi pada akhir November hingga awal Desember mendatang. Kendati demikian, ia tidak menampik jika semakin dekat masa peralihan guyuran hujan diprakirakan akan semakin banyak.

“Curah hujan pada masa peralihan akan semakin tinggi meskipun sifatnya sporadis, tidak merata dan hanya sebentar, hingga akhirnya masuk musim hujan,” katanya.

Eko mengingatkan, pada masa pancaroba biasanya dibarengi dengan angin yang bertiup cukup kencang sehingga bisa berpotensi menimbulkan bencana. Sementara itu, berdasarkan pengamatan di sejumlah pos yang dilakukam jajaran BMKG, sebagian besar Jatim kini masih mengalami kekeringan ekstrem atau hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

Bahkan, berdasarkan pantauan Pos Cerme di Kabupaten Bondowoso HTH mencapai 149 hari, Pos Dander di Kabupaten Bojonegoro selama 148 hari dan Pos Glagah, Alas Bulu, Bajulmati, Pasewaran di Kabupaten Banyuwangi dan Pos Rubaru di Kabupaten Sumenep mencapai 143 hari.

Dengan kondisi tersebut masyarakat di berbagai daerah di Jatim sangat merasakan dampak kesulitan air karena daya dukung lingkungan kini cenderung turun dibandingkan beberapa tahun lalu. Eko menambahkan suhu udara di belahan bumi selatan kini semakin panas menyusul terjadinya pergerakan semu matahari dari utara ke selatan.

“Puncaknya diprakirakan akan terhjadi pada 23 Oktober mendatang dengan suhu udara bisa mencapai 36 derajat Celcius,” katanya.

Menyinggung kondisi cuaca di perairan Laut Jawa tinggi gelombang cukup tinggi berkisar 2-3,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 50 kilometer per jam, sedangkan di Samudera Hindia di selatan Jawa tinggi gelombang 2 meter dan kecepatan angin 25-30 kilometer per jam.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.