Beranda Nasional Busyro: Keluarnya Gayus dari Tahanan Menandakan Sistem Lemah

Busyro: Keluarnya Gayus dari Tahanan Menandakan Sistem Lemah

63
0
Sebarkan

Busyro Muqoddas Minta Bambang Segera DilepaskanYogyakarta, sewarga.com – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengemukakan Gayus Tambunan, terpidana kasus penggelapan pajak, yang sudah beberapa kali berada di luar penjara, menandakan sistemnya lemah.

Saat ditemuai usai acara diskusi publik “Darurat Korupsi: Mengawal Peta Jalan KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia” di The Phoenix Hotel Yogyakarta, Selasa (22/9), Busyro mengungkapkan, kejadian ini merupakan sebuah tamparan bagi Kementerian Hukum dan HAM.

Kasus keluarnya Gayus ini sudah tidak bisa dianggap ringan. “Apa mungkin tanpa suap terus bisa keluar? Artinya, suap jelas dilakukan, tetapi karena ini berulang, maka sistem juga terlibat,” katanya.

Busyro juga mengkritisi pengawasan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) sebagai kementerian yang membawahi lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Sebagai menteri yang membawahi lapas, kemudian tahanan 30 tahun kok bisa keluar lalu bisa makan ada pengawalnya dan dibiarkan, itu menarik. Kemudian habis sidang, bisa makan. Tidak hanya permasalahan soal lapasnya, kasus ini bisa diangkat pada level menterinya,” kata Busyro.

Meski akhirnya dipindahkan, lanjut Busyro, keputusan itu tidak akan menyelesaikan permasalahan. Gayus Tambunan, menurut Busro, masih bisa melakukan aksi yang sama.

“Yang salah di mana? Enggak menyelesaikan masalah kalau hanya memindahkan saja. Sistemnya juga harus dibuka, kok bisa begitu terus menerus?” ujar Busyro.

Ia menyebutkan, Kemkumham juga harus segera melakukan evaluasi secara independen dan negara harus terlibat secara masif dalam menegakkan sistem hukum. Busyro meyakini, suap kali ini diduga dilakukan dengan lebih masif. Tidak bisa hanya sampai ke tingkat sipir dan penjaga.

“Menkumham harus evaluasi diri. Sekarang sudah saatnya negara itu memanfaatkan peran masyarakat secara independen untuk melakukan evaluasi,” katanya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.