Beranda Internasional Ini “Kuliah” Ahok Selama di Rotterdam

Ini “Kuliah” Ahok Selama di Rotterdam

122
0
Sebarkan

2015-ahok-genjot-masalah-transportasi-dan-jalanan-di-ibu-kotadi Jakarta, sewarga.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama melakukan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan penanganan banjir dalam kunjungannya ke Rotterdam, Belanda, sejak Senin (21/9) lalu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui pesan singkat dari salah satu staf Gubernur yang turut serta di rombongan, Maruhal, pada Selasa (22/9), Basuki bersama rombongan memulai kegiatan sejak pukul 8 pagi waktu setempat, perbedaan waktu antara Indonesia dan Belanda adalah 5 jam lebih cepat untuk Indonesia. Agenda pertama, Gubernur mengunjungi  project climate change adaptation atau proyek adaptasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan oleh Kota Rotterdam.

Proyek tersebut diantaranya adalah water plaza yang merupakan tempat penampungan air yang terintegrasi dengan ruang terbuka. Hal tersebut dibutuhkan untuk menghadapi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat yang memerlukan tempat tampungan sementara sebelum distribusi ke sungai atau digunakan kembali.

“Project-project yang dikunjungi bertujuan mempelajari implementasi pencegahan banjir di kawasan padat (high density area) dengan pendekatan membangun penampungan air. Sementara di kawasan padat untuk menampung air hujan sehingga tidak terjadi banjir saat terjadi hujan intensitas tinggi dalam durasi singkat,” tulis Maruhal dalam pesan singkatnya, Rabu (23/9) pagi.

Ia menjelaskan, water plaza atau disebut juga water storage juga didesain untuk multi layer function yang dikombinasikan untuk area publik. Mulai dari lapangan olah raga basket, skate board, hingga taman terbuka untuk bermain dan area parkir di bawah tanah.

Wali Kota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb menyampaikan penjelasan tentang keterlibatan pihak swasta dalam pengembangan kota kepada Basuki dan rombongan. Menurut Aboutaleb, keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk membantu pemerintah menggerakkan perekonomian dan memenuhi kebutuhan pasar atau publik.

“Pertemuan ini diakhiri penandatanganan MoU kerja sama Sister City Jakarta-Rotterdam. Turut serta hadir beberapa Direktur BUMD, Direktur Pelindo II dan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Belanda serta dari pihak Belanda turut hadir beberapa perusahaan dari Belanda serta konsultan dalam tata air,” ujar Maruhal yang juga salah satu PNS DKI yang pernah dikirim belajar tata air ke Rotterdam tahun lalu.

Selanjutnya, pada pukul 13.30 waktu Belanda, rombongan berkunjung ke RDM Campus di kawasan pelabuhan lama Rotterdam. Maruhal menjelaskan, pada pertemuan tersebut dapat dilihat integrasi sektor pendidikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja khususnya pada sektor bisnis pelabuhan dan distribusi logistik.

Kunjungan ke RDM Campus dan bengkel kerja memperlihatkan adanya integrasi kebutuhan pasar tenaga kerja dan materi pendidikan serta riset-riset yang akan dilaksanakan agar sesuai dengan kebutuhan industri atau pasar. Pasalnya, riset tersebut akan dibiayai ole industri dan dilaksanakan oleh akademisi.

“RDM Campus juga membangun dan memberikan tempat bagi alumni yang ingin menjadi wirausahawan muda.
Kunjungan ditutup dengan sesi poto bersama dan bertukar cinderamata,” katanya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.