Beranda Internasional Donald Trump ‘Dihabisi’ dalam Serial Kartun South Park

Donald Trump ‘Dihabisi’ dalam Serial Kartun South Park

169
0
Sebarkan
Tidak hanya manusia yang membenci Donald Trump. Tokoh kartun pun ternyata sebal dengan kelakuan bakal calon Presiden Amerika Serikat itu. (Flickr/ensceptico)
Tidak hanya manusia yang membenci Donald Trump. Tokoh kartun pun ternyata sebal dengan kelakuan bakal calon Presiden Amerika Serikat itu. (Flickr/ensceptico)

Jakarta, sewarga.com – Tidak hanya manusia yang membenci Donald Trump. Tokoh kartun pun ternyata sebal dengan kelakuan bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) itu.

Dilansir dari Daily Mail pada Jumat (25/9), diberitakan kalau karakter Trump muncul dalam salah satu episode serial kartun South Park. Dalam episode tersebut, diceritakan kalau Trump diperkosa hingga tewas.

Cerita kartun dewasa itu ditulis oleh Trey Parker dan Matt Stone.

Parker dan Stone menghadirkan Trump untuk mengkritik kebijakan bakal calon dari partai Republik itu mengenai pembangunan perbatasan antara AS dan Meksiko demi mengurangi jumlah imigran gelap.

Hingga saat ini, tim sukses Trump belum buka suara mengenai episode yang berjudul Where My Country Gone itu.

Tidak hanya Trump, serial South Park juga pernah menyindir berbagai figur publik melalui tayangannya.

Mereka yang pernah disindir antara lain Kanye West, Snooki, Bono, Al Gore dan Michael Jackson.

Vokalis band Slipknot, Corey Taylor, sebelumnya juga mengaku kesal dengan pencalonan diri Trump.

Dalam wawancaranya dengan stasiun radio Lazer 103,3 pada Sabtu (19/9), Taylor mengatakan ia tidak yakin jika kalau pengusaha dan bintang acara realitas televisi itu memimpin AS.

“Mengetahui kalau Donald Trump mencalonkan diri sebagai Presiden AS tentu saja menyebalkan. Apakah ia sedang melawak? Kalau begitu, calonkan juga beberapa nama komedian untuk menjadi Presiden AS,” kata Taylor.

Sang penyiar radio lalu berkata kepada Taylor, mungkin saja pencalonan Trump merupakan tanda kalau saat ini AS sedang berjalan ke arah yang baru. Menanggapi hal tersebut, Taylor mengaku ia memilih bermigrasi daripada berjalan ke arah yang baru.

“Jika AS berjalan ke arah yang baru dengan cara seperti itu, saya lebih baik bermigrasi,” ujar Taylor.

[embedyt]http://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=UU7R27sAWc_DqOldtI1JcYhQ[/embedyt]


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.