Beranda Nasional Fahri Hamzah: Tragedi Mina, Terjadi Akibat Penumpukan yang Seolah Tak Diatur

Fahri Hamzah: Tragedi Mina, Terjadi Akibat Penumpukan yang Seolah Tak Diatur

54
0
Sebarkan

114113120150911-101659780x390Jakarta, sewarga.com – Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Fahri Hamzah, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban dalam Tragedi Mina yang baru saja terjadi di musim haji kali ini.

Menurut Fahri, secara kronologis, tragedi Mina mungkin terjadi akibat penumpukan yang seolah tidak diatur dan tidak bisa dihindari dalam menjalankan setiap prosesi ibadah haji.

Fahri menambahkan, prosesi wukuf di Arafah disepakati sebagai titik dimana seluruh jamaah haji dari seluruh negara berada di padang Arafah pada 9 Dzulhijjah, atau 23 September 2015. Selanjutnya, apa yang terjadi setelah Arafah tidak diatur regulasinya, tidak dikomunikasikan secara ketat dan diserahkan pada masing-masing negara, dan bahkan masing-masing jamaah.

“Maka berbondong-bondonglah mereka yang ingin segera menuntaskan rukun dan wajib haji ke Mina untuk melontarkan jamrah pada saat yang sama. Inilah yang terjadi pada jalur musibah itu,” kata Fahri, dalam pesan elektroniknya yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9) dini hari.

Dapat dipastikan bahwa yang menjadi korban adalah mereka yang memutuskan untuk berangkat sehabis subuh, karena kejadiannya sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

“Padahal, di Masjid Haram, ada salat Idul Adha di jam yang sama,” imbuhnya.

Pemerintah Saudi sudah membangun banyak jalur setelah kejadian Mina yang menelan korban hampir 1.500 orang pada 1990. Tetapi, pergerakan jamaah masih sangat tidak terkendali dan tak terfasilitasi.

Lebih jauh, setelah tragedi jatuhnya crane dan tragedi Mina yang berulang, Fahri menilai, Indonesia mengambil inisiatif untuk mendesak pemerintah Saudi agar membicarakan penyelenggaraan haji secara bersama-sama.

“Memang korban di pihak Indonesia dikabarkan hampir tidak ada, karena tragedi ini bukan di jalur jamaah Indonesia. Tetapi, sebagai negara dengan jumlah jamaah terbesar, kita patut menjadi pelopor perbincangan ini,” ujar Fahri.

Fahri juga mengatakan, patut mengapresiasi Amirul Haj dan menteri agama yang cukup berani menyentil pemerintah Saudi dalam sambutan menjelang wukuf. Menurutnya, hal demikian harus diteruskan.

“Menteri agama, kemarin menyatakan bahwa Saudi harusnya bisa membangun fasilitas yang lebih baik bagi jamaah, karena Saudi punya segala kemampuan untuk itu. Hal ini, agar tragedi yang berulang tidak dianggap sebagai bagian dari haji. Musibah harus dihindari,” kata Fahri.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.