Beranda Internasional Tragedi Mina, Tiga WNI Korban Tewas Diduga Tersesat di Mina

Tragedi Mina, Tiga WNI Korban Tewas Diduga Tersesat di Mina

78
0
Sebarkan
Ketiga korban tewas diduga tersesat dan terpisah dari rombongan lalu mengikuti arus jemaah dari negara lain. Satu di antaranya masih belum bisa diidentifikasi. (Reuters)
Ketiga korban tewas diduga tersesat dan terpisah dari rombongan lalu mengikuti arus jemaah dari negara lain. Satu di antaranya masih belum bisa diidentifikasi. (Reuters)

Mina, sewarga.com – Ratusan jemaah haji wafat dalam tragedi Mina saat ribuan orang berdesakan di jalur menuju tempat melempar jumroh. Tiga di antaranya adalah warga negara Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dikutip dari situs Kementerian Agama,Jumat (25/9), mengonfirmasi identitas dua jemaah asal Indonesia dalam insiden yang terjadi di Jalan 204, mina, itu. Korban terdiri dari pria dan wanita.

Berdasarkan informasi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dua jemaah yang meninggal adalah Hamid Atwi Tarji Rofia, 51, dari kloter 48 Surabaya dan Busyaiyah Sahel Abdul Gafar, 50, dari kloter 14 Batam.

Seorang korban tewas lainnya asal Indonesia belum bisa diidentifikasi karena tidak membawa identitas apa pun bersamanya.

“Tidak ada identitas, tapi menggunakan pakaian jamaah haji indonesia,” kata Lukman.

Lukman menduga para WNI berada di tempat kejadian karena tersesat dan terpisah dari rombongan. Pasalnya, jalan 204 tempat terjadi insiden bukan jalur untuk jemaah asal Indonesia, melainkan untuk rombongan haji dari Mesir, Afrika, dan Asia Selatan.

“Jadi itu karena jalur yang dilewati adalah jalur jemaah yang berasal dari negara-negara Afrika, Mesir dan negara-negara Afrika lainnya, kalau kemudian ada jemaah Indonesia kemungkinan yang bisa kita perkirakan adalah yang bersangkutan ikut arus jemaah negara lain saat ingin melempar jumroh tersebut,” jelas Lukman.

Kamis pagi itu lautan manusia yang menuju lokasi melempar jumroh panik dan saling injak. Pagi hari dipilih selain karena merupakan keutamaan dalam ibadah lempar jumroh, juga menghindari cuaca panas yang mencapai 50 derajat Celcius di siang hari.

Lukman mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk memprioritaskan keselamatan dirinya daripada mengejar keutamaan saat beribadah di tanah suci.

“Jemaah haji harus memprioritaskan keselamatannya masing-masing karena tengah hari banyak jemaah dari seluruh negara melakukan hal yang sama,” kata Lukman, usai meninjau para korban di Rumah Sakit Mina Al Jisr.

Beberapa WNI juga dilaporkan terluka dalam insiden itu, tapi belum dapat diidentifikasi karena datanya masih terus berubah. Beberapa jemaah Indonesia yang terluka dilaporkan telah kembali ke pemondokan masing-masing, sisanya masih dalam perawatan intensif.

“Jadi masa krisis masih berlangsung sampai dengan malam hari ini karena sampai sore tadi saya meninggalkan rumah sakit suasananya masih krisis masih banyak sekali korban-korban yang kondisnya luka dan sangat mengenaskan yang dikirim ke rumah sakit tersebut,” kata Lukman.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.