Beranda Nasional Uber Tetap Beroperasi, Kadishubtrans : Saya Akan Tindak

Uber Tetap Beroperasi, Kadishubtrans : Saya Akan Tindak

47
0
Sebarkan
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, sewarga.com – Melihat Uber tetap beroperasi meski belum mendapatkan izin, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan melakukan penindakan tegas. Yakni akan menangkap dan mengandangkan taksi ilegal tersebut. Kemudian menyerahkan pelanggaran hukum tersebut kepada Ditlantas Polda Metro Jaya untuk diproses sesuai aturan hukum.

“Kalau mau operasi seperti it, silakan. Yang penting, saya akan tindak. Sudah gitu saja, nggak ada cerita pokoknya,” tegas Andri Yansah, Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Jumat (25/9).

Menurutnya, sanksi yang akan dikenakan bukan lagi hanya dikandangkan taksi Uber yang terkena penertiban. Melainkan juga akan diserahkan ke aparat kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Kalau cuma dikandangin doang, enak banget. Ya kita proses secara hukum lah. Kemarin, Diskrimsus Polda Metro Jaya sudah bilang saat ini sudah memeriksa 26 saksi terhadap kasus penangkapan beberapa armada taksi Uber,” ujarnya.

Untuk itu, dia akan meningkatkan peranan dan tugas satuan petugas keamanan dan ketertiban (Satgas Tatib). Bila pihaknya telah membentuk di tingkat provinsi dengan jumlah satgas ada 100 orang. Maka pihaknya akan membentuk satgas di tingkat wilayah dengan jumlah petugas 50 orang per wilayah.

“Kalau ditingkat provinsi kan terdiri dari 25 petugas dari Ditlantas Polda Metro jaya, 25 Satpol PP dan 50 petugas Dishubtrans. Nah di tingkat wilayah terdiri dari 10 orang dari Ditlantas Polda Metro Jaya, 10 Satpol PP dan 30 petugas dari kami. Jadi mereka akan bertugas terus untuk melakukan penertiban taksi online dan angkutan umum ilegal,” paparnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan sebaiknya perusahaan aplikasi Uber mengurus izin terlebih dahulu sehingga status hukum usahanya menjadi jelas.

“Uber harus memperjelas izinnya dulu dong, agar statusnya jelas. Kalau taksi kan harus ada izinnya,” kata Djarot.

Adanya pernyataan Uber yang menyatakan tetap beroperasi meski telah dilarang beroperasi oleh Dishubtrans DKI, dinilainya sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintah yang berotoritas memimpin Provinsi DKI Jakarta.

“Ya enggak boleh. Ya bener nggak boleh dong. Ini nantang DKI namanya. Kita kasih sanksi aja. Kita serahkan sanksinya ke kepolisian,” tegasnya


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.