Beranda Nasional Jusuf Kalla: Pemerintah dan Ormas Jangan Saling Curiga

Jusuf Kalla: Pemerintah dan Ormas Jangan Saling Curiga

62
0
Sebarkan
(Foto: CNN indonesia)
(Foto: CNN indonesia)

Jakarta, sewarga.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau organisasi-organisasi masyarakat dan jajaran pemerintahannya untuk tidak saling mencurigai. Hal tersebut dianggap penting untuk keberhasilan kerjasama dalam mencapai pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs).

“Pemerintah tidak boleh langsung curiga hanya karena dikritik oleh CSO (civil society organization/organisasi masyarakat). Sebaliknya CSO tidak boleh curiga pemerintah tidak akan melaksanakan program tersebut,” kata juru bicara Kalla, Husain Abdulla, dalam keterangan pers, Sabtu (26/9).

Hal tersebut, kata Husain, disampaikan Kalla dalam pertemuan dengan ormas-ormas Indonesia yang mengikuti acara United Nation Summit for Adoption of the Post 2015 Agenda di Aula Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Jumat (25/9) sore waktu New York. Dalam pertemuan itu, ormas-ormas berdiskusi dengan Kalla tentang strategi pelaksanaan SDGs yang sebelumnya telah diadopsi oleh negara-negara partisipan agenda tersebut.

“Pada kesempatan ini Wapres RI, M Jusuf Kalla, menyambut hangat masukan-masukan dari sejumlah CSO,” kata Husain.

Perwakilan ormas tersebut di antaranya adalah Sugeng Subagio dari International NGO Forum on Indonesian Development, Abetnego Tarigan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Haris Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS). Sementara itu, pemerintah diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Pada pertemuan ini Kalla menegaskan keterlibatan masyarakat sipil dalam pelaksanaan SDGs sangat diperlukan oleh pemerintah sehingga keduanya saling membutuhkan,” kata Husain.

Sementara itu, Sugeng mengatakan keterlibatan masyarakat dapat dicapai melalui pembentukan panitia bersama yang melibatkan ormas-ormas. Dengan begitu, ormas dapat membantu pemerintah mempertajam pemetaan masalah, pembuatan solusi berikut implementasi dan pengawasannya.

“Tanpa partisipasi masyarakat agenda SDGs akan bernasib sama seperti agenda pembangunan millenium (Millenium Development goals/MDGs),” ujarnya dalam keterangan pers.

MDGs yang sudah digagas sejak 15 tahun lalu, dia nilai masih belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Terlebih, di Indonesia, empat dari delapan poin MDGs belum bisa terpenuhi.

Empat poin itu di antaranya adalah pengurangan angka kematian ibu saat melahirkan, penekanan jumlah penderita HIV, pelestarian lingkungan hidup, serta penyediaan akses air minum dan sanitasi layak bagi masyarakat.

Karena itu, dia menilai, keterlibatan masyarakat sangat penting agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Pemerintah, tanpa mengurangi fungsinya, dapat menggunakan bantuan ormas-ormas yang ada sesuai dengan keahlian masing-masing.

Sumber: CNN indonesia


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.