Beranda Nasional Kemarau Panjang, Warga Bengkulu Tengah Manfaatkan Air Sungai Kotor

Kemarau Panjang, Warga Bengkulu Tengah Manfaatkan Air Sungai Kotor

112
0
Sebarkan
Ilustrasi kemarau
Ilustrasi kemarau

Bengkulu, sewarga.com – Warga dari sejumlah desa di Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, terpaksa memanfaatkan air sungai kotor untuk keperluan mandi, mencuci dan kebutuhan lainnya. Hal itu dilakukan lantaran sumur mereka kering akibat musim kemarau melanda daerah ini.

“Masyarakat terpaksa menggunakan air sungai yang kotor untuk mandi dan mencuci karena sumur tidak berair lagi karena musim kemarau melanda wilayah Bengkulu Tengah,” kata Zainal, warga Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, kepada SP, di Bengkulu, Sabtu (26/9) pagi.

Ia mengatakan, warga dari sejumlah desa di Bengkulu Tengah menggunakan air sungai kotor untuk keperluan mandi dan mencuci sejak satu bulan lalu sampai sekarang. Sebab, sumber air bersih tidak ada lagi kecuali air Sungai Bengkulu.

Sedangkan air bersih untuk keperluan masak dan minum, warga mendapat bantuan dari PDAM setempat. Namun, bantuan air dari PDAM hanya cukup untuk masak dan mencuci.

Sedangkan air bersih untuk keperluan lain harus membeli sendiri, tapi masyarakat tidak mampu membeli air ke PDAM setempat karena harganya mencapai Rp 70.000/tangki dengan kapasitas isi 5.000 liter.

“Jadi, terpaksa masyarakat menggunakan air sungai kotor untuk keperluan mandi dan mencuci tersebut. Daripada tidak mandi dan mencuci meski terpaksa memanfaatkan kualitas air sungai jelek tersebut,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Tasrif (47), warga Desa Talang lainnya. Ia mengatakan, sejak sebulan ini keluarganya terpaksa mandi dan mencuci di Sungai Bengkulu meski kualitas airnya tidak layak digunakan lagi karena  bau tidak sedap dan lumutan.

Warga di sejumlah desa di Bengkulu Tengah mengharapkan pemerintah kabupaten setempat memberikan bantuan air bersih tidak hanya untuk keperluan masak dan mencuci, tapi juga untuk mandi.

Sebab, kalau terus menerus mandi dan mencuci di sungai kotor tersebut, dikhawatirkan masyarakat akan terkena penyakit gatal-gatal. “Jadi, kami mengharapkan Pemkab Bengkulu Tengah menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat lebih banyak lagi,” ujarnya.

Bupati Bengkulu Tengah Feri Ramli mengatakan, jika warga memang membutuhkan air bersih pihaknya siap menyalurkan desa-desa sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

“Saya sudah instruksi PDAM Bengkulu Tengah segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih pada musim kemarau. Ini dilakukan meski kemarau panjang masyarakat Bengkulu Tengah tidak sulit memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ujarnya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.