Beranda Nasional Kapolda: SIM Online Bisa Antisipasi Calo

Kapolda: SIM Online Bisa Antisipasi Calo

85
0
Sebarkan
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol.Tito Karnavian
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol.Tito Karnavian

Jakarta, sewarga.com – Selain sebagai bentuk inovasi mempermudah pelayanan terhadap masyarakat dalam memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM), kehadiran fasilitas SIM Online juga merupakan antisipasi polisi memberantas calo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, SIM Online merupakan bentuk inovasi Korps Lalu Lintas dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya SIM Online, kota-kota di Indonesia bisa terhubung sehingga masyarakat pendatang bisa memperpanjang SIM melalui sistem ini, tanpa harus balik ke kampung halaman.

“Ini akan memberikan kemudahan kepada masyarakat, di antaranya untuk memperpanjang, termasuk meningkatkan dari SIM A misalnya ke lebih tinggi. Ini dapat dilakukan dengan cara online,” ujar Tito, di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (27/9).

Semisal, tambahnya, ada warga Papua atau Banda Aceh yang bekerja di Jakarta, tak perlu pulang hanya untuk memperpanjang SIM. (Baca Polri Buka Layanan Perpanjangan SIM Online )

“Biasanya, sebelum ada SIM Online, mereka pulang ke kota masing-masing untuk memperpanjang. Dengan adanya kemudahan ini, tidak perlu pulang. Cukup datang ke kantor polisi yang ada di Jakarta dan bisa melakukan perpanjangan. Otomatis menghemat biaya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, Korlantas Polri bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, dan instansi lainnya dalam menjalankan SIM Online ini.

“Jadi ini bisa dilakukan di kantor polisi. Tinggal datang, kemudian masukkan nomor registrasi. Hanya menunjukkan KTP dan SIM. Ada biayanya,” katanya.

Saat ini, imbuhnya, SIM Online baru bisa digunakan di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Namun, medio Oktober mendatang rencananya akan digelar di 45 kota di Indonesia.

Grand launching di 45 kota bulan depan, dan lanjut di semua Polres seluruh Indonesia yang jumlahnya 500 lebih. Ini untuk perpanjangan saja. Kalau pendaftaran baru, tetap dilakukan ujian di tempat masing-masing. Karena beda antara baru dengan perpanjangan. Kalau baru harus diuji,” jelasnya.

Menyoal apakah SIM Online ini juga merupakan salah satu antisipasi mencegah munculnya calo, Tito membenarkan. “Ya, diantaranya itu antisipasi calo. Tetapi yang paling utama untuk mempermudah masyarakat. Harus pulang ke Jayapura, tiket pesawat Rp 7 juta. Sementara, biaya SIM hanya 100.000 lebih. Karena itu dengan adanya SIM Online ini, mereka bisa memperpanjang di sini. Ini akan jauh menghemat,” kata Tito.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.