Beranda Nasional Komisi X DPR Berharap Kunjungan Wisatawan Capai Target 20 Juta Orang

Komisi X DPR Berharap Kunjungan Wisatawan Capai Target 20 Juta Orang

53
0
Sebarkan
Politisi PAN, Teguh Juwarno.
Politisi PAN, Teguh Juwarno.

Jakarta, sewarga.com – Pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), anggaran promosi pariwisata telah meningkat tajam dari sekitar Rp 500 miliar menjadi lebih dari Rp 2 triliun pada 2015. Bahkan di pagu Kementerian Pariwisata dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, dana itu kembali ditingkatkan menjadi lebih dari Rp 3 triliun.

“Ini sungguh peningkatan yang sangat signifikan dengan harapan kunjungan wisatawan mancanegara mampu mencapai target 20 juta pada 2019,” kata anggota Komisi X DPR RI, Teguh Juwarno, Minggu (27/9).

Diakui oleh Teguh, memang bila dibandingkan dengan anggaran negara lain untuk promosi pariwisata, Indonesia masih kalah jauh. Saat ini, Malaysia misalnya, sudah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 3 triliun untuk promosi. “Harus diingat, Malaysia sudah mampu mendatangkan 25 juta wisman,” ujar politikus PAN itu.

Walau demikian, Teguh mengingatkan, pariwisata Indonesia belum maju bukan hanya karena kurang promosi. Dia sudah melaksanakan pendalaman atas hal itu dan menyimpulkannya. “Kelemahan utama pariwisata kita adalah soal infrastruktur, konektivitas, keamanan, kebersihan dan kesiapan SDM (sumber daya manusia) kita menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Teguh.

Dilanjutkannya, saat ini destinasi wisata utama Indonesia hanya Bali, Kepulauan Riau dan Jakarta. Lebih dari 80 persen wisatawan mancanegara masuk ke ketiga destinasi tersebut. “Sementara daerah lain belum dimasuki karena lemahnya promosi sampai keberadaan beberapa hal tadi, ya infrastruktur, konektivitas, SDM,” ujar Teguh.

Kelemahan Indonesia yang lain adalah tidak mampu merebut wisatawan dari Timur Tengah dan Tiongkok, serta dari negara-negara terdekat, seperti di kawasan ASEAN dan Australia. Untuk itu, Teguh menyarankan promosi harus fokus ke negara sasaran utama yang memiliki daya beli, yakni Tiongkok dan Timur Tengah.

“Tentu juga ke negara-negara sekitar kita harus jadi target. Karena nature wisatawan adalah dari negara yang terdekat,” ujarnya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.