Beranda Nasional Menteri Agraria Akan Buat Tata Ruang Wilayah Perbatasan

Menteri Agraria Akan Buat Tata Ruang Wilayah Perbatasan

62
0
Sebarkan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan (Antara/Reno Esnir)
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan (Antara/Reno Esnir)

Jakarta, sewarga.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) akan membuat tata ruang perbatasan yang melekat dengan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah pemerintah mendefinisikan hak atas tanah masyarakat.

“Kami buat melekat agar kita mudah mendefinisikan hak atas tanah bagi masyarakat di perbatasan,” kata Menteri ATR/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan, di sela-sela memperingati Hari Agraria Nasional ke-55 dan Hari Tata Ruang Sedunia ke-66, Minggu (27/9).

Diakui, selama ini banyak pihak melihat perbatasan diposisikan sebagai wilayah yang tidak berpenghuni dan tidak dimiliki masyarakat. “Padahal, wilayah perbatasan merupakan teras terdepan kedaulatan suatu bangsa,” kata dia.

Ditegaskan, legalitas kepemilikan lahan tanah di wilayah perbatasan akan menjadi batas teritorial antara Indonesia dengan negara tetangga. Jika dianggap tidak berpenghuni, maka negara lain bisa saja mengklaim.

Menurut Ferry, pengakuan terhadap aset lahan di wilayah yang berdekatan dengan negara lain cukup penting karena berpotensi terjadi pergeseran batas. Hal ini terjadi dengan lepasnya Sipadan dan Ligitan. Untuk itu, dia tidak ingin kondisi itu terjadi lagi.

Menurutnya, pengakuan pemerintah terhadap kepastian kepemilikan lahan masyarakat akan meningkatkan rasa nasionalisme. Hingga kini, Kementerian ATR telah menyertifikasi 92 pulau terluar sebagai batas wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.