Beranda Internasional Presiden Iran Desak Saudi Selidiki Tragedi Mina

Presiden Iran Desak Saudi Selidiki Tragedi Mina

95
0
Sebarkan
Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Arab Saudi melakukan investigasi soal tragedi di Mina yang menewaskan ratusan orang. (Reuters/Carlo Allegri)
Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Arab Saudi melakukan investigasi soal tragedi di Mina yang menewaskan ratusan orang. (Reuters/Carlo Allegri)T

Jakarta, sewarga.com – Presiden Iran Hassan Rouhani menggunakan kesempatan berpidato di Sidang Umum PBB pada Sabtu (26/9) untuk mendesak Arab Saudi agar segera melakukan penyelidikan terkait tragedi di Mina yang menyebabkan lebih dari 700 jemaah haji tewas pada Kamis (24/9).

Dilaporkan Reuters, pidato Rouhani di mimbar PBB menunjukkan bahwa Iran akan terus menekan Saudi atas insiden yang menewaskan 131 jemaah hajinya. Kedua negara ini memang merupakan rival di wilayah Timur Tengah karena keduanya menganggap diri sebagai negara pemimpin di dunia Muslim.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dari 193 negara, Rouhani menekankan perlunya penyelidikan atas “penyebab kejadian ini dan insiden serupa yang mengiris hati saat (pelaksaan) haji tahun ini.”

Hingga Jumat (25/9), pemerintah Saudi menduga insiden berdesak-desakan saat hendak melontar jumrah terjadi karena sejumlah jemaah haji mengabaikan peraturan pengendalian massa.

Sementara, Raja Saudi, Salman, memerintahkan untuk segera meninjau ulang seluruh rencana pelaksaan haji. Menteri Kesehatan Saudi, Khalid al-Falih menyatakan penyelidikan terkait hal ini akan dilakukan.

Iran telah berulang kali menyuarakan kemarahan atas kematian ratusan jemaahnya dalam berbagai kesempatan, termasuk Sidang Umum PBB. Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menuduh desakan Iran tersebut bermuatan unsur politik.

“Ini bukan situasi yang dapat dipergunakan untuk kepentingan politik. Saya berharap para pemimpin Iran akan lebih bijaksana dan menunggu hasil penyelidikan,” kata Jubeir.

Pada Jumat (25/9), Rouhani juga menyebutkan bahwa tragedi di Mina mungkin saja akibat dari pengiriman pasukan militer senior Saudi ke Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Tragedi di Mina terjadi hanya sekitar dua pekan setelah salah satu crane terbesar di dunia menghantam Masjidil Haram. Cuaca buruk, dengan badai dan hujan deras dinilai menjadi penyebab insiden yang menewaskan 111 jemaah haji, termasuk jemaah haji asal Indonesia, dan melukai 331 lainnya.

Crane tersebut berada di dekat Masjidil Haram karena tengah terdapat proyek perluasan Masjidil Haram. Kontraktor utama proyek tersebut, Saudi Binladin, ayah dari Osama Bin Laden, disinyalir ikut bertanggung jawab atas insiden ini karena tidak mengoperasikan crane sesuai buka manual.

Selain menyinggung Saudi, Rouhani juga mengatakan bahwa kesepakatan nuklir yang bersejarah antara Iran dan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan China “menciptakan kondisi yang cocok untuk kerja sama regional dan internasional termasuk di bidang pelestarian lingkungan.”


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.