Beranda Nasional Ahok Buka Kesempatan Magang di Balaikota

Ahok Buka Kesempatan Magang di Balaikota

189
0
Sebarkan
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnamaok

 

Jakarta, sewarga.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama selalu membuka kesempatan magang bagi anak-anak muda atau mahasiswa untuk bekerja secara magang bersama dirinya.

Tujuannya itu sendiri, kata Basuki, karena dirinya menginginkan lebih banyak orang yang mau terjun ke dunia politik. Pasalnya selama ini stigma masyarakat soal politik adalah pasti korupsi, malas, dan tidak transparan.

“Dengan anak-anak magang ke sini kan dia satu ruangan dengan saya, dia bisa keluar masuk ruangan. Jadi bisa lihat kan, keseharian kita selama kerja di sini seperti apa. Nah itu penting untuk menghilangkan stigma negatif,” ujar Basuki di Balai Kota, Senin (28/9).

Seperti yang terlihat hari ini di Balai Kota, sejumlah anak muda hadir di Balai Kota untuk mengikuti program magang tersebut. Mereka juga tampak dimentori oleh salah satu staf pribadi Basuki untuk memperkenalkan beberapa ruangan di Balai Kota dan bagaimana mekanisme kerja di kantor tersebut.

Tidak hanya hari ini, magang bagi anak-anak muda atau mahasiswa di Balaikota juga sudah dilakukan sejak Basuki masih menjabat sebagai Wakil Gubernur. Bahkan diantaranya, anak magang tersebut juga sudah ada yang menjadi staf pribadinya pula.

Meski magang, Basuki akan memberikan mereka bantuan uang transportasi. Itu pun bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI tetapi dari uang pribadinya yang berupa dana operasional.

Ketika ditanya mengapa tidak merekrut Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI sendiri untuk magang, Basuki menyebutkan, jika PNS bisa magang di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) disetiap kantor kelurahan. Seperti yang sudah dilakukannya dengan mendorong PNS angkatan 2010 untuk magang di PTSP melayani masyarakat secara langsung.

“PNS kan beda. Dia waktu masuk sadar sudah mau jadi PNS. ‎Kan kita kalau mau bangun negeri kan mesti ada politisi, PNS, dan TNI-Polri. Orang masuk TNI-Polri sudah sadar mau jadi TNI-Polri, tidak perlu magang. Mau jadi PNS sudah jelas, mesti dorong PTSP. Nah yang susah kan orang biasa, kuliah dan kerja biasa disuruh jadi politisi, pasti tidak mau,” tuturnya.

Oleh karena itu, ujar Basuki, dengan anak-anak muda tersebut magang kepadanya, maka mereka bisa melihat bagaimana birokrasi yang ada. Misalnya bagaimana berkas dipermainkan oleh oknum, dan permasalahan lainnya.

Basuki juga membantah adanya tuduhan bahwa perekrutan magang ini adalah untuk mendulang suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2017 mendatang.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.