Beranda Internasional China Dikritik Oleh Dunia Soal Rekam Jejak Hak Perempuan

China Dikritik Oleh Dunia Soal Rekam Jejak Hak Perempuan

48
0
Sebarkan
Presiden China menyelenggarakan pertemuan kesetaraan gender di sela-sela sidang Majelis Umum PBB. (Reuters/Beawiharta)
Presiden China menyelenggarakan pertemuan kesetaraan gender di sela-sela sidang Majelis Umum PBB. (Reuters/Beawiharta)

New York, sewarga.com – Presiden China Xi Jinping mengatakan di hadapan PBB bahwa seluruh perempuan di negaranya memiliki kesempatan untuk bersinar, dan membeberkan rekam jejak pemerintahnya terkait hak-hak kaum perempuan.

Pernyataan ini dikeluarkan Xi Jinping, meski AS  dan negara lain mengkritik Beijing karena memenjarakan kaum perempuan yang berani berpendapat.

“Ketika warga China berusaha mendapatkan hidup yang bahagia, seluruh perempuan China memiliki kesempatan untuk bersinar dan mewujudkan impian mereka,” kata Xi dalam pertemuan yang diselenggarakan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB pada Minggu (27/9).

China dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menjadi penyelenggara pertemuan para pemimpin dunia tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan manusia.

Langkah ini membuat sejumlah diplomat negara barat dan pembela hak asasi manusia di China dan luar negeri merasa heran.

China dikritik oleh dunia internasional karena menahan lima perempuan pada Hari Perempuan Internasional, 8 Maret lalu, karena berencana berdemonstrasi menentang pelecehan seksual di atas transportasi umum.

Meski kemudian dibebaskan sebulan kemudian, kelima perempuan itu mengatakan status tersangka kriminal membuat mereka tidak bisa kembali menjadi pegiat dan berdampak negatif pada kelompok-kelompok hak perempuan.

“Jika Anda ingin memberdayakan kaum perempuan, Anda tidak bisa memenjarakan mereka karena pandangan atau kepercayaan yang dianut,” kata Samantha Power, duta besar AS untuk PBB, dalam pernyataan tertulis.

Dalam dua minggu terakhir, Power menunjuk 20 kasus perempuan yang ditahan secara tidak adil di sejumlah negara karena keyakinan atau membela hak-hak rekan mereka. Di antara kasus itu adalah Gao Yu, wartawan berusia 71 tahun yang dijatuhi hukuman penjara selama tujuh tahun pada April karena dituduh memberikan rahasia negara kepada pihak asing.

Pemerintah Xi Jinping telah menahan ratusan pegiat hak asasi dalam dua tahun dan langkah ini disebut kelompok-kelompok hak asasi manusia sebagai aksi penahanan pembangkang terburuk dalam dua dekade.

“Di banyak tempat, dari China hingga Mesir, dari Rusia ke Venezuela–kaum perempuan dibersihkan melalui operasi yang mengekang masyarakat madani, dan hak universal dan kebebasan fundamental mereka pun dicabut,” kata Obama dalam pernyataan tertulis.

Mantan menteri luar negeri AS Hillary Clinton juga mengunggah komentar lewat akun Twitter: “Xi menyelenggarakan pertemuan tentang hak-hak perempuan di PBB, padahal menghukum kaum feminis? Tak tahu malu.”

Xi Jinping mengatakan China akan berusaha lebih untuk memperbaiki kesetaraan gender karena ini adalah “kebijakan dasar pemerintah” dan meminta negara-negara maju untuk “meningkatkan bantuan finansial dan teknis untuk negera berkembang.”

Dia mengatakan China akan memberi sumbangan sebesar US$10 juta pada badan kesetaraan gender PBB untuk “mendukung pemberdayaan perempuan di seluruh dunia.”

Para pejabat China mengatakan prestasi negaranya di bidang perempuan jelas terlihat dan pihak berwenang menangkap lima pegiat sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelum pertemuan di PBB itu, kelima perempuan yang ditahan mengatakan dalam satu surat: “Kami benar-benar berharap Presiden Xi bisa menjadi contoh.”

China juga dikritik dunia internasional karena sejak 2010 memberlakukan tahanan rumah kepada Liu Xia, isteri Liu Xiabo yang memenangkan hadiah Nobel Perdamaian.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.