Beranda Nasional Galian Tanah MRT Dibuang ke TPU Tegal Alur

Galian Tanah MRT Dibuang ke TPU Tegal Alur

310
0
Sebarkan

o_19vnc7jgtlt1sen5hk141o1k5ke

Jakarta, sewarga.com – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menjamin tanah hasil pengeboran dalam pengerjaan stasiun bawah tanah di Patung Pemuda hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak akan mengotori jalan Kota Jakarta. Karena hasil tanah galian akan dibuang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat dan TPU Semper, Jakarta Utara.

Pengeboran stasiun bawah tanah dari Patung Pemuda hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, Patung Pemuda hingga Setiabudi, dan tahap kedua, Bundaran HI hingga Dukuh Atas.

Hasil galian tanah untuk pengeboran dari Patung Pemuda hingga Setiabudi akan dibuang Ke TPU Tegal Alur. Lalu hasil galian tanah untuk pengeboran dari Bundaran HI ke Dukuh Atas akan dibuang ke TPU Semper.

Untuk kedua lokasi tersebut, PT MRT telah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Sekretaris PT MRT Jakarta Hikmat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua lokasi pembuangan tanah hasil galian pengeboran stasiun bawah tanah MRT. Tanah tersebut bisa digunakan untuk memadatkan lahan pemakaman di dua TPU tersebut.

“Ada dua lokasi yang disediakan untuk pembuangan tanah ini. Karena memang pengeboran dibagi menjadi dua. Jadi ada dua lokasi penampungan tanah yang disediakan yaitu TPU Tegal Alur dan TPU Semper,” kata Hikmat, Jakarta, Senin (28/9).

Tanah sisa galian tidak langsung dibuang, ungkapnya, melainkan ditampung dulu di sekitar lokasi pengeboran. Pembuangan tanah baru akan dilakukan pada malam hari. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jakarta pada siang hari.

“Kami tampung dulu tanahnya di sekitar pengeboran. Malam hari baru dibawa ke TPU, karena arus lalu lintas di malam hari lebih lengang,” ujarnya.

Seperti diketahui, mesin bor pertama yang dioperasikan diberi nama Antareja. Nama tersebut diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Mesin bor pertama itu dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 dan CP 105 (Senayan-Setiabudi) yaitu SOWJ Joint Venture yang terdiri dari Shimizu, Obayashi, Wijaya Karya, dan Jaya Konstruksi.

TBM yang akan dioperasikan nantinya memiliki dimensi diameter 6,7 meter dan memiliki berat 323 ton. Diperkirakan, masa pengerjaan konstruksi jalur terowongan bawah tanah MRT dengan menggunakan mesin bor bawah tanah akan berlangsung mulai September 2015 hingga Desember 2016.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.