Beranda Ekonomi Indonesia Tunggu Hasil Audit ICAO Tahap Pertama

Indonesia Tunggu Hasil Audit ICAO Tahap Pertama

105
0
Sebarkan
 Ilustrasi penerbangan terganggu kabut asap. (Ist)
Ilustrasi penerbangan terganggu kabut asap. (Ist)

Jakarta, sewarga.com – Pemerintah masih menunggu hasil evaluasi tahap pertama dari International Civil Aviation Organization (ICAO) terkait skor keselamatan yang sudah dicapai Indonesia. Setelah ada hasil tersebut, Indonesia baru bisa menjadwalkan kedatangan ICAO untuk mengaudit tahap dua.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Muzaffar Ismail menjelaskan, audit keselamatan oleh ICAO terbagi menjadi dua fase. Fase pertama, pemerintah melayangkan poin-poin keselamatan apa saja yang sudah dipenuhi, untuk kemudian dievaluasi dan diberi skor. Untuk fase pertama, setiap negara wajib memenuhi passing grade dengan skor 60.

“Untuk fase pertama ini, hasilnya kami perkirakan akan ada pada September sampai Oktober ini. Kami sudah ajukan data-datanya, tinggal tunggu mereka evaluasi dari Montreal. Mudah-mudahan, dengan evaluasi sekali dari mereka, Indonesia sudah bisa skornya lebih tinggi dari 60,” papar Muzaffar di Jakarta, Senin (28/9).

Muzaffar optimis Indonesia bisa mencapai hasil positif dari ICAO untuk aspek keselamatan penerbangan, karena berdasarkan pengamatan internal dan corrective action plan (CAP) yang diwajibkan, Indonesia setidaknya sudah bisa memenuhi sekitar 96,2 % dari CAP tersebut. “Namun demikian, kita harus tetap menunggu evaluasi dari ICAO,” ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila Indonesia sudah bisa melewati skor 60 di tahap pertama evaluasi oleh ICAO, maka sebenarnya kedatangan organisasi internasional itu ke Indonesia, bukan menjadi sebuah hal yang mandatory.

“Dengan menembus skor 60 berarti kita sudah memenuhi syarat. Tapi, tahap kedua bisa tetap dilanjutkan sebagai bentuk continous monitoring approach (CMA) guna memonitor lebih lanjut. Bila semua lancar, maka CMA dapat dijalankan ICAO juga pada akhir tahun ini,” papar dia.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.