Beranda Ekonomi Kendalikan Harga, Pertamina Diminta Tak Jual Gas ke Calo

Kendalikan Harga, Pertamina Diminta Tak Jual Gas ke Calo

213
0
Sebarkan

pertaminaJakarta, sewarga.com – PT Pertamina (Persero) diminta lebih selektif dalam menjual gas bumi dengan tak lagi melayani pembelian dari para trader.

Desakan ini dilontarkan lantaran penjualan gas kepada trader dinilai tak memberikan kontribusi yang signifikan dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan gas bumi di Indonesia.

Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa mengatakan para trader gas yang umumnya hanya bermodalkan kertas itu diketahui enggan membangun infrastruktur dan hanya berharap rente dari posisinya sebagai calo gas.

Padahal seharusnya, para trader gas yang selama ini menjadi rekanan Pertamina juga harus membangun infrastruktur dalam rangka melengkapi infrastruktur gas di Indonesia.

“Jika hanya bermodalkan kertas saja tanpa punya infrastruktur sangat tidak bagus, setahu saya ada lebih dari 60 trader broker gas,” kata Iwa, Senin (28/9).

Iwa menambahkan, adanya desakan untuk memperbaiki tata kelola tesebut dilakukan karena gas merupakan produk energi fundamental yang tidak bisa begitu saja diserahkan pada calo lantaran komoditas ini menguasai hajat hidup orang banyak.

Jika dikuasai para calo, kata dia maka liberalisasi gas semakin menjadi karena mekanisme tersebut hanya mengedepankan unsur mencari keuntungan semata.

Menurutnya, Undang-Undang (UU) Migas jelas menyebut bahwa gas itu merupakan penguasaan negara. Namun ironisnya, produk hukum turunan seperti Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri justru malah memberi keistimewaan kepada calo.

“Ujung-ujungnya posisi Pertamina seakan bukan lagi jadi bagian pemerintah tapi jadi bagian pebisnis tadi. Seolah dengan liberalisasi harga turun, padahal tidak ada ceritanya. Broker trader itu hanya menambah biaya saja,” tegasnya.

Ulah Broker

Seiring dengan desakan untuk memperbaiki tata kelola gas Iwa bilang, dirinya mengingatkan pemerintah juga harus konsisten dalam menertibkan para penghubung (broker) gas yang selama ini turut menyebabkan tingginya harga gas.

Selain tingginya harga, katanya para broker juga kerap mempermainkan pasokan sehingga harga gas bumi melambung. Hal ini akan bertambah parah apabila tidak ada persyaratan ketat dari Pertamina dalam mengalokasikan gas kepada calo tersebut.

“Ketika gas dari Pertamina dijual ke trader tadi, masa tidak ada persyaratan apa pun. Harga minyak dan gas  memang diatur pemerintah tapi jika objeknya dikuasai broker swasta, akhirnya Pertamina hanya jadi stempel,” tandas Iwa.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.