Beranda Ekonomi Sukseskan MEA, Kemdag Luncurkan AEC Center

Sukseskan MEA, Kemdag Luncurkan AEC Center

129
0
Sebarkan
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta – Kementerian Perdagangan meluncurkan ASEAN Economic Community (AEC) Center. Tujuan pembentukan AEC  sebagai pusat informasi dan sosialisasi mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diimplementasikan pada 1 Januari 2016 kepada pejabat pemerintah daerah, pelaku bisnis, akademisi dan masyarakat umum.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan AEC Center dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 2014 tentang Komite Nasional Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean dan instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2014 tentang peningkatan daya saing nasional dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.

Menurut dia, salah satu kunci keberhasilan Indonesia dalam MEA adalah seluruh masyarakat Indonesia harus mengetahui terlebih dahulu apa itu MEA, bagaimana cara memanfaatkannya, dan apa yang harus dilakukan agar menjadi pemenang. AEC Center hadir untuk memberikan informasi dan edukasi terkait MEA mulai dari segi perdagangan, ekonomi dan informasi pendukung lainnya kepada masyarakat.

“Ekonomi dunia telah bergerak cepat ke wilayah Asia dan negara Asean diperkirakan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru disamping Tiongkok dan India,” kata Thomas di kantor Kementerian Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (28/9).

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan sebuah proses menuju negara hebat, Indonesia sebagai negara terbesar dan paling berpengaruh di Asean memiliki tanggung jawab untuk mensukseskan MEA dan Indonesia bisa memanfaatkan MEA sebagai ajang untuk meningkatkan daya saing.

“AEC Center ini diperlukan semua pihak untuk mendapatkan update dan informasi penting tentang MEA,” kata Thomas.

Ia mengatakan AEC center juga mempunyai fungsi konsultasi, edukasi dan advokasi. Fungsi konsultasi berupa konsultasi face to face kepada masyarakat atau pejabat tentang bagaimana memanfaatkan MEA.

Fungsi edukasi berupa pemberian edukasi secara mendalam mengenai MEA sedangkan fungsi advokasi berupa pandangan dan pertimbangan hukum terkait permasalahan yang mungkin bisa terjadi dalam MEA seperti hak cipta.

“AEC Center mempunyai banyak fungsi dan tujuan,” ujar Thomas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kemendag Bachrul Chairi mengatakan MEA sudah di depan mata, Indonesia harus siap menghadapi MEA dan harus menjadi pemenang bukan basis produksi. Ia mengatakan AEC Center sangat penting untuk pelaku usaha agar pelaku usaha bisa meningkatkan daya saing dan tentunya ekspor ke pasar Asean.

“Bagi pelaku usaha yang masih bingung tentang MEA bisa langsung ke AEC Center,” ujar dia.

AEC Center juga akan memberikan informasi lengkap mengenai produk produk unggulan dan produk potensial Indonesia. Ia mengatakan Indonesia berpotensi bisa menguasai MEA karena Indonesia adalah negara paling besar dengan jumlah penduduk paling banyak di Asean ditambah Indonesia kuat dengan sektor unggulan.

Sektor sektor unggulan Indonesia adalah UKM, perbankan, pariwisata serta makanan dan minuman. Ia mengatakan sesama negara Asean juga sudah menyiapkan beberapa kesepakatan, tujuannya agar implementasi MEA berjalan lancar, kesepakatan yang sedang berlangsung adalah liberisasi tarif.

” Liberisasi tarif masih berlangsung dan diharapkan keputusannya menguntungkan semua pihak,” ujar dia.

Ia mengatakan AEC Center juga bekerjasama dengan beberapa universitas besar di Indonesia seperti UGM, UI, Unhas dan USU.

 


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.