Beranda Nasional Berantas Korupsi, KPK Dinilai Perlu Membuka Diri

Berantas Korupsi, KPK Dinilai Perlu Membuka Diri

110
0
Sebarkan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jakarta, sewarga.com — Salah satu Calon Pimpinan KPK Surya Tjandra menilai KPK perlu membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak mana pun dalam upaya penindakan dan pencegahan korupsi. Menurutnya, selama ini KPK terlalu menutup diri bahkan dengan penegak hukum yang lain seperti Kepolisian dan Kejaksaan.

“KPK perlu terbuka untuk bekerja sama dengan pihak lain terutama penegak hukum yang lain. Kalo tidak sanggup, maka harus bekerja sama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan,” ujar Surya saat diskusi di Unika Atma Jaya, Jakarta, Senin (28/9).

Surya mengungkapkan, kurang lebih 2000 laporan kasus korupsi yang masuk ke KPK setiap tahunnya. Namun, hanya sedikit yang ditindaklanjuti KPU sehingga banyak kasus korupsi yang bertumpuk-tumpuk di KPK. “KPK perlu membangun trust dengan penegak hukum lain agar kasus korupsi bisa diberantas,” tandasnya.

Selain dengan penegak hukum, lanjut Surya, KPK juga perlu membangun kerja sama dengan penguasa dan politisi. Dalam kerja sama tersebut, menurutnya KPK tentunya tetap menjaga independensi.

“Jadikan penguasa dan politisi sebagai mitra untuk memberantas korupsi,” tegasnya.

Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, mengatakan, pihaknya menganjurkan KPK agar memperkuat jaringan dengan LSM dan masyarakat sipil dalam upaya mencegah tindakan-tindakan koruptif. Pimpinan KPK, katanya, perlu membangun interaksi yang intensi dengan masyarakat sipil yang seing menjadi korban dari tindakan korupsi.

“Kehadiran pimpinan KPK di tengah masyarakat sipil tentunya akan memberikan kekuatan kepada masyarakat untuk mencegah korupsi dan KPK perlu ingat bahwa masyarakat sipil-lah khusus organisasi buruh yang setia membela KPK saat menghadap tekanan pihak lain,” jelas Adnan.

Sementara, Pansel Capim KPK Meuthia Ganie-Rochman, menilai, waktu pimpinan KPK sangat terbatas untuk melakukan interaksi intens dengan masyarakat sipil. Karena itu, katanya, pimpinan KPK perlu memanfaatkan waktu yang terbatas untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.