Beranda Nasional Bila Tak Terpilih Lagi, Ahok Akan Ajak Gubernur DKI Penerusnya Ikut Rapim

Bila Tak Terpilih Lagi, Ahok Akan Ajak Gubernur DKI Penerusnya Ikut Rapim

175
0
Sebarkan
(Foto:KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza)  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat (25/9/2015).
(Foto:KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jumat (25/9/2015).

Jakarta, sewarga.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, bila tak terpilih kembali memimpin ibu kota, ia akan mengajak penerusnya mengikuti rapat pimpinan (rapim) yang biasa dilakukan setiap hari Senin.

Masa jabatan Basuki akan berakhir pada Oktober 2017, sedangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dilaksanakan pada Februari 2017. Namun, Basuki hanya akan mengajak pemenang ke rapim bukan berdasarkan suku, agama, ras, dan adat (SARA).

Hal tersebut disampaikan Basuki saat ia menerima mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault yang menemuinya di Balai Kota, Selasa (29/9). Adhyaksa disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 mendatang.

“Saya senang kalau banyak yang ikut. Kalau saya tidak mendapatkan amanah di Februari 2017, masa jabatan saya akan berakhir Oktober 2017. Pemenang itu akan saya ajak rapim. Kecuali yang menang itu pakai SARA. Kalau demikian, saya tidak mau memberi toleransi,” ujarnya.

Basuki mengatakan, atas idenya tersebut, Adhyaksa lantas mengatakan, pendukung Basuki cukup banyak, bahkan untuk menjadi presiden sekalipun. Sebab, kinerja Basuki di mata para pendukung Adhyaksa untuk menjadi calon gubernur DKI ini, sudah sangat baik.

“Lalu beliau (Adhyaksa) nyeletuk, ‘Kalau Bapak Islam sudah pasti jadi presiden, didukung. Cuma sayangnya, Bapak bukan Islam, makanya teman-teman suruh saya nyalon.’ Dia bilang begitu,” kata Basuki.

Namun, menurut Basuki hal tersebut tidak menjadi masalah, apabila banyak warga yang mengakui kinerjanya baik tetapi disayangkan dari faktor agama.

“Jadi, persoalan teman-temannya (pendukung Adhyaksa) apa? Ahok bagus tetapi bukan Islam. Kalau begitu artinya apa? Dia tidak bisa terima kalau bukan Islam yang memimpin Jakarta. Itu sesuatu yang…oke sajalah bagi saya, sih,” ucap Basuki.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.