Beranda Ekonomi Jokowi: Paket Kebijakan Ekonomi II, ‘Nendang’ Bagi Pengusaha

Jokowi: Paket Kebijakan Ekonomi II, ‘Nendang’ Bagi Pengusaha

78
0
Sebarkan
Pemerintah saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid I. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Keuangan BAmbang S. Brojonegoro (kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri), Gubernur BI Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad (kanan) serta jajaran Kabinet Kerja bidang Ekonomi mengumumkan paket kebijakan untuk mengatasi pelemahan ekonomi global di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9).
Pemerintah saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid I. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Keuangan BAmbang S. Brojonegoro (kiri), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri), Gubernur BI Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad (kanan) serta jajaran Kabinet Kerja bidang Ekonomi mengumumkan paket kebijakan untuk mengatasi pelemahan ekonomi global di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/9).

Jakarta, sewarga.com – Pasca merilis Paket Kebijakan Ekonomi I pada 9 September lalu, Pemerintah memastikan akan kembali meluncurkan Paket Deregulasi dalam dekat.

Selain ditujukan untuk mendorong iklim investasi di Indonesia, paket yang kabarnya akan diumumkan hari ini juga dimaksudkan demi membuka ruang agar lapangan kerja yang semakin kompetitif bagi dunia usaha.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada semua menteri yang hadir untuk mengurangi, memotong sekali lagi dan tentunya membuat efisien bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dikuti dari laman resminya, Selasa (29/9).

Dalam rapat yang dihadiri tak kurang 9 Menteri Kabinet Kerja itu, ucap Pramono Presiden Jokowi meminta agar Menteri-Menterinya meramu sejumlah kebijakan yang ditujukan untuk membuat Indonesia menjadi semakin kompetitif di dalam investasi global.

Ini dilakukan lantaran saat ini masih terdapat banyak peraturan perundang-undangan yang menjadi barier atau hambatan.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada semua menteri yang hadir untuk mengurangi, memotong sekali lagi dan tentunya membuat efisien bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia,” jelas Pramoo.

Tak cuma itu, Pramono bilang Presiden juga meminta Menteri yang hadir untuk memiliki strategi dalam menghadapi beberapa perusahaan padat karya yang diketahui telah mewacanakan akan merumahkan  tenaga kerjanya menyusul perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jokowi berharap, dengan adanya himbauan ini sejumlah Kementerian mampu mengubah paradigma perusahaan bahkan sampai mendorong mereka untuk membuka ruang bagi lapangan kerja.

“Nah dua hal ini yang sekarang dipikirkan secara sungguh-sungguh oleh para menteri ekonomi, dan nantinya akan ada pengumuman secara resmi oleh pemerintah, dalam hal ini Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan yang lain-lain berkaitan dengan apa yang akan dilakukan,” terang Pramono.

Diumumkan Hari ini?

Saat ditanya wartawan apakah Paket Kebijakan baru itu diumumkan besok, Pramono menjawab bahwa saat ini pemerintah masih menyiapkan segala aspek yang dibutuhkan.

Pramono pun menekankan bahwa Paket Kebijakan jilid II ini akan difokuskan untuk menstimulus dunia usaha.

“Paket yang lalu sudah diluncurkan, dan pada saat pengumuman kan disampaikan akan ada paket berikutnya. Paket berikutnya ini kita sedang persiapkan apakah bisa disampaikan di akhir September ini atau di awal Oktober. Kita sedang mempersiapkan itu,” jelas Pramono.

Sayangnya, saat ditanya pula mengenai berapa peraturan yang akan dideregulasi, Pramono pun masih enggan membeberkan secara rinci.

“Yang jelas begini apa yang akan diumumkan mudah-mudahan akan bisa nendang, gitu lho. Itu bahasanya Presiden, ‘nendang’ bagi dunia usaha,” tandas Pramono.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.