Beranda Ekonomi Paket Ekonomi Jilid II Dirilis, IHSG Menguat 1,41 Persen

Paket Ekonomi Jilid II Dirilis, IHSG Menguat 1,41 Persen

54
0
Sebarkan
Indeks Harga Saham Gabungan naik 57 poin (1,41 persen) ke 4.178 setelah bergerak di antara 4.033-4.178 pada Selasa (29/9). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu).
Indeks Harga Saham Gabungan naik 57 poin (1,41 persen) ke 4.178 setelah bergerak di antara 4.033-4.178 pada Selasa (29/9). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu).

Jakarta, sewarga.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terapresiasi jelang pengumuman paket stimulus oleh pemerintah. Indeks naik 57 poin (1,41 persen) ke 4.178 setelah bergerak di antara 4.033-4.178 pada Selasa (29/9).

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan dibandingkan dengan posisi penutupan dari indeks di kawasan regional Asia, IHSG memang terlihat kuat. Namun ia menilai selain adanya sentimen dalam negeri, masih ada sentimen yang lebih besar, yaitu bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

“Memang sih nanti sore akan diumumkan Paket Kebijakan Ekonomi II. Akan tetapi, sentimen utama dari pergerakan IHSG untuk beberapa hari ke depan sepertinya memang masih berasal dari sentimen The Fed,” jelasnya dalam riset, dikutip Selasa (29/9).

Ia menjelaskan selama The Fed belum menaikkan suku bunga, maka sulit bagi IHSG untuk terus bergerak mengikuti sentimen dalam negeri. Mau tidak mau lanjutnya, pergerakan IHSG masih akan didominasi oleh sentimen global.

Mandiri Sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp 5,54 triliun terdiri dari transaksi reguler Rp 3,67 triliun dan transaksi negosiasi Rp 1,77 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 536 miliar.

Sebanyak 110 saham naik, 156 saham turun, 75 saham tidak bergerak, dan 216 saham tidak ditransaksikan. Sementara, sebanyak delapan sektor menguat, dipimpin oleh sektor konsumsi yang naik 4,89 persen dan sektor aneka industri yang menguat 1,86 persen.

Saham di sektor konsumsi yang paling terapresiasi adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM Rp 42.750, BUY) yang naik 5,56 persen dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, Rp 38.000, BUY) yang terapresiasi 5,26 persen.

Di sektor aneka industri, saham yang paling menguat adalah PT Astra International Tbk (ASII, Rp 5.300) sebesar 2,42 persen dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM, Rp 4.400) sebesar 1,85 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 4,05 persen, indeks Straits Times yang melemah sebesar 0,14 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi sebesar 2,97 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa menguat. Indeks DAX di Jerman yang menguat 0,11 persen, dan CAC di Perancis yang terapresiasi 0,07 persen. Sementara indeks FTSE100 di Inggris turun 0,31 persen.

Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah sebesar 16 poin (0,11 persen) ke Rp 14.690 per dolar, setelah bergerak di kisaran Rp 14.666-Rp 14.828 per dolar.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.