Beranda Ekonomi Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah Terkait Harga BBM

Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah Terkait Harga BBM

341
0
Sebarkan

pertaminaJakarta, sewarga.com – PT Pertamina (persero) menunggu arahan dari pemerintah terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul kerugian hingga Rp 15 triliun dalam menyalurkan premium dan solar subsidi untuk periode Januari hingga Agustus 2015.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan harga premium dan solar subsidi saat ini lebih rendah ketimbang harga keekonomiannya. Premium untuk wilayah Jawa Madura dan Bali (jamali) dibandrol Rp 7.400 per liter dan di luar wilayah jamali sebesar Rp 7.300 per liter. Sedangkan solar dipatok di harga Rp 6.900 per liter. Namun Wianda enggan membeberkan besaran harga keekonomian BBM tersebut.

“Harga keekonomian Agustus masih tinggi dari harga jualnya. Secara real (angka keekonomian) belum bisa disebutkan. Kami masih menunggu arahan pemerintah,” kata Wianda di Jakarta, Selasa (29/9).

Wianda malah mempersilahkan Beritasatu.com untuk melakukan perhitungan sendiri harga keekonomian premium tersebut berdasarkan formula yang sudah ditetapkan pemerintah. Adapun formula harga BBM untuk non jamali yakni harga indek pasar (HIP)+alpha+biaya distribusi 2 persen+ pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 15 persen. Adapun HIP berdasarkan pada harga acuan minyak Singapura (Mean of Platts Singapore/Mops).

Sebagai ilustrasi jika harga Mops US$ 60 per barel. Maka HIP menjadi US$ 60 dikali kurs beli dolar Rp 14.700 dibagi dengan 159 liter (1 barel). Dengan perhitungan itu, HIP menjadi Rp 5.547 per liter. Sementara Alpha merupakan biaya distribusi plus margin usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Formula alpha ditetapkan pemerintah dan DPR sekitar Rp 800. Dengan mengacu pada formula, maka harga keekonomian premium non jamali sebesar Rp 7.445 per liter.

Sedangkan formula BBM premium jamali yakni HIP+alpha+PPN dan PBBKB. Adapun dalam formula alpha, Pertamina diberi margin 5-10 persen, atau kisaran alpha menjadi Rp 1.000. Mengacu pada formula, maka harga keekonomian premium jamali sebesar Rp 7.529 per liter.

Untuk formula BBM jenis solar subsidi 102,38xHIP+alpha+PPN dan PBBKB+Bahan bakar nabati (BBN). Jika Mops Solar sebesar US$ 59 per barel serta alpha ditetapkan Rp 900 dan BBN ditetapkan Rp 400 per liter, maka harga keekonomian dolar Rp 7.857 per liter. Lantaran pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 1.000 per liter, maka harga solar subsidi menjadi Rp 6.857 per liter.

Namun perlu diingat Mops premium dan solar mengalami fluktuasi sepanjang tahun. Sebagai contoh Mops pada Mei 2015 untuk premium berada dilevel US$ 83 per barel dan solar US$ 80 per barel. Sedangkan kurs rupiah di kisaran Rp 13.200. Mengacu pada formula, maka harga keekonomian premium dan solar lebih tinggi ketimbang harga jual. Dengan begitu, Pertamina merugi dalam menyalurkan BBM tersebut.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.