Beranda Nasional Komisi XI: Paket Kebijakan Ekonomi II Cukup Konkret

Komisi XI: Paket Kebijakan Ekonomi II Cukup Konkret

64
0
Sebarkan
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) berdiskusi dengan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (kiri) saat mengumumkan regulasi pemangkasan izin investasi terkait paket kebijakan ekonomi tahap II, di Kantor Presiden, Jakarta, 29 September 2015 (Antara/Yudhi Mahatma)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) berdiskusi dengan Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (kiri) saat mengumumkan regulasi pemangkasan izin investasi terkait paket kebijakan ekonomi tahap II, di Kantor Presiden, Jakarta, 29 September 2015 (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta, sewarga.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Johnny Plate, menilai Paket Kebijakan Ekonomi Tahap II sudah cukup konkret dalam membantu dunia usaha, khususnya mengatasi tekanan penurunan nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat.

Dia menyontohkan kebijakan Pemerintah memberi tax allowance yang justru akan membantu pengusaha yang susah akibat tekanan nilai tukar dimaksud.

“Sehingga komponen biaya nilai tukar tak mengganggu biaya tenaga kerja, sehingga perusahaan survive. Ini efisiensi beban biaya,” kata Johnny, Rabu (30/9).

Kata dia, Pemerintah kali ini melaksanakan kombinasi kebijakan makro dan mikro, dan melibatkan sejumlah lembaga keuangan besar seperti BI dan OJK.

Johnny mengatakan semua harus sama-sama paham bahwa baik pemerintah dan swasta berada dalam kondisi sulit.

“Memberi tax allowance saja sebenarnya akan mengurangi penerimaan Pemerintah. Tapi itu kan harus dilakukan demi menjaga dunia usaha dan hindarkan PHK,” kata dia.

Dia berharap kalangan pelaku dunia usaha secara jeli mengantisipasi kebijakan pemerintah. Misalnya, di sektor properti, Pemerintah sudah membuka pangsa pasar menengah atas untuk pembeli warga negara asing.

“Harus diantisipasi oleh perusahaan agar makin masif melakukan marketing ke pasar internasional. Itu contoh kebijakan konkret Pemerintah agar dunia properti bertahan,” kata Johnny.

Di atas itu semua, Johnny menilai yang penting adalah sinergi nasional dalam menjaga fiskal, moneter, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Banyak tekanan dari luar. Maka mari bersama-sama. Saatnya Indonesia memanggil seluruh dunia usaha menjaga Indonesia, baik sektor pemerintah maupun swasta, eksekutif dan legislatif,” tandasnya.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.