Beranda Politik KPU Tak Permasalahkan Pemeriksaan Calon Setelah Pilkada

KPU Tak Permasalahkan Pemeriksaan Calon Setelah Pilkada

83
0
Sebarkan

kpuJakarta, sewarga.com — Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, menuturkan, tidak menjadi masalah jika proses hukum calon kepada daerah tersangka kasus korupsi dilanjutkan setelah Pilkada selesai. Menurut Hadar, hal tersebut tidak akan mengganggu tahapan Pilkada.

“Kalau itu, enggak apa-apa, jalan saja terus, karena di UU tidak melarang seorang tersangka itu tidak boleh menjadi calon. Yang dilarang adalah kalau dia terpidana, atau pernah dipidana. Tapi kalau statusnya masih tersangka, boleh,” ujar Hadar di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (29/9) malam.

Meskipun demikian, KPU, kata Hadar berharap penegak hukum tetap memproses calon kepala daerah tersangka sehingga sebelum pemilihan statusnya menjadi jelas berdasarkan putusan pengadilan, apakah terpidana atau tidak.

Hal senada diungkapkan komisioner KPU yang lain, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, yang menilai seorang tersangka masih diperbolehkan menjadi calon kepala daerah. Jika kejaksaan menunda proses hukum, katanya, hal tersebut menjadi kewenangan kejaksaan.

“Kalau toh memang kewenangan kejaksaan melakukan itu (penundaan proses hukum), itu merupakan kewenangan sepenuhnya kejaksaan. Saya pikir tidak akan mengganggu proses yang ada,” ungkap Ferry.

“Namun KPU juga berharap supaya kejaksaan bisa memproses putusan calon kepala daerah yang menjadi tersangka itu dengan cepat supaya memberi kepastian,” tambahnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo meminta jajaran kejaksaan untuk menunda sementara waktu proses hukum bagi calon kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi hingga pelaksanaan Pilkada serentak usai. Setelah pilkada usai, proses hukum baru dilanjutkan.

“Proses hukum untuk sementara ditunda selama pelaksanaan tahapan Pilkada. Biarkan mereka berkompetisi dulu. Jangan diganggu,” ujarnya saat memberikan pengarahan di seluruh kepala kejaksaan negeri se-Jateng di aula kejaksaan tinggi Jateng, Senin (28/9).


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.