Beranda Nasional Lima Bekas Anak Buah Jadi Saksi untuk Suryadharma Ali

Lima Bekas Anak Buah Jadi Saksi untuk Suryadharma Ali

61
0
Sebarkan
Terdakwa tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kemeterian Agama periode 2012-2013 dan 2010-2011 Suryadharma Ali. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Terdakwa tindak pidana korupsi penyelenggaraan haji di Kemeterian Agama periode 2012-2013 dan 2010-2011 Suryadharma Ali. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, sewarga.com – Lima pegawai Kementerian Agama dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), hari ini (30/9). SDA menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penyelewengan dana operasi menteri (DOM) dan penyelewengan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Kelima saksi tersebut yaitu Wardasari Gandi (Bendahara Pengeluaran Sekretariat Jenderal Kemenag), Andri Alphen (Biro Umum), Abdul Muis, Hendarsyah (Biro Umum), dan Abdul Wadud K. Anwar (Wakil Sekretaris Menag).

Abdul Wadud yang juga merupakan dosen di UIN Jakarta sebelumnya disebut-sebut ikut serta rombongan haji keluarga Suryadharma.

Kesaksian pertama diberikan oleh Wardasari Gandi. Sebagai bendahara, ia dicecar sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pencairan serta besar pengeluaran dana operasional menteri (DOM) setiap bulannya.

Saat ini sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Aswijon masih berlangsung setelah sempat diskors untuk salat.

Seperti diberitakan sebelumnya, bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu dinilai telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp 1,821 miliar melalui penggunaan dana DOM.

Berdasarkan laporan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Suryadharma dinilai telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 27,283 miliar dan 17,967 juta Riyal (sekitar Rp 53,9 miliar).

Suryadharma diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Atas perbuatannya itu, Suryadharma diancam pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.