Beranda Teknologi Menkominfo Targetkan Internet 10 Mbps di Pedesaan

Menkominfo Targetkan Internet 10 Mbps di Pedesaan

80
0
Sebarkan
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, sewarga.com – Proyek pembangunan kabel serat optik Palapa Ring yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan setidaknya 560 kabupaten kota sudah harus terhubung dengan broadband pada 2018 mendatang.

Proyek Palapa Ring ini bakal menjadi jaringan tulang punggung untuk menghubungkan kabupaten dan kota dengan layanan telekomunikasi yang baik, terutama Internet.

Menteri Kominfo, Rudiantara menyatakan, dari 560 kabupaten/kota saat ini masih ada sekitar 100 kabupaten/kota yang belum mendapat akses Internet broadband.

“Khusus wilayah Timur seperti Papua, kami juga harus lihat letak geografisnya. Teknologi akan selalu terbuka untuk kawasan Timur dan tetap akan gunakan kabel serat optik berkapasitas tinggi,” kata Rudiantara mengenai pemerataan koneksi di Indonesia bagian Timur.

Lelaki yang ramah disapa Chief RA itu juga menambahkan, paket yang ditawarkan untuk proses pembangunan terdiri dari lima paket di wilayah Barat dengan bentangan serat optik di laut sepanjang 1.122 kilometer.

Kemudian 17 paket di wilayah Tengah dengan panjang bentangan serat optik 1.676 kilometer di laut dan darat. Terakhir, 35 paket untuk wilayah Timur dengan serat optik yang membentang sepanjang 5.681 kilometer di darat dan laut.

Diketahui, tahap prakualifikasi tender proyek ini telah selesai, di mana ada delapan perusahaan atau konsorsium yang dinyatakan lulus oleh Panitia Pengadaan.

Tiga di antaranya adalah perusahaan telekomunikasi besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata. Sisanya adalah iForte Solusi Infotek dan empat konsorsium meliputi Konsorsium Mora Telematika Indonesia–Ketrosden Triasmitra, Konsorsium Super Sistem Ultima–Huawei, Konsorsium Pandawa Lima, Konsorsium Matra Mandiri Prima–Hitachi High Technologies Indonesia–Partibandar Utama.¢€¨¢€¨Delapan perusahaan ini telah lulus prakualifikasi dan akan mengikuti tender di tiga paket pembangunan yang ditawarkan tersebut.

Rudiantara juga mengatakan, tidak semua wilayah akan dicakup oleh operator karena ada kendala keuangan.

“Wilayah yang broadband-nya tidak dibangun operator maka akan dibangun kerja sama antara pemerintah dan swasta,” sambungnya.

Tak hanya itu, Rudiantara menekankan bahwa tender sudah harus selesai di akhir 2015 dan proses pembangunan diharapkan sudah bisa dimulai pada 2016 demi mencapai target.

Palapa Ring, yang masuk dalam program Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019, ditargetkan bisa menyalurkan layanan Internet ke konsumen dengan kecepatan 10 Mbps ke pedesaan dan 20 Mbps di perkotaan.¢€¨¢€¨

Melalui proyek ini pula, Rudiantara berharap tak ada lagi kesenjangan tarif Internet di Indonesia timur mengingat tarif di sana bisa dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan di Jakarta.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.