Beranda Internasional Menlu Iran Jabat Obama, Anggota DPR Murka

Menlu Iran Jabat Obama, Anggota DPR Murka

45
0
Sebarkan
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (Antara)
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (Antara)

Teheran, sewarga.com – Seorang anggota DPR ultra-konservatif Iran menanggapi dengan marah berita bahwa Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif berjabat tangan dengan Presiden Ameirka Serikat Barack Obama di Majelis Umum PBB, dan menyebutnya sebagai tindakan bukan revolusioner, Selasa (29/9).

Pernyataan itu dia sampaikan menyusul berita dari kantor berita Iran, ISNA, dan sejumlah media asing lain tentang pertemuan tak sengaja kedua tokoh tersebut di New York, Senin lalu.

“Dr Zarif sedang keluar dari aula ketika dia secara tak sengaja bertatap muka dengan Mr Obama dan (Menlu AS) John Kerry, yang hendak masuk. Mereka saling menyapa sebentar dan keduanya berjabat tangan,” bunyi berita ISNA, mengutip seorang sumber dari delegasi Iran.

Meskipun Kerry dan Zarif sudah sering berjabat tangan dalam berbagai pertemuan yang berakhir dengan kesepakatan program nuklir Iran pada 14 Juli, bersalaman dengan Obama akan menjadi yang pertama antara seorang presiden AS dengan seorang pejabat tinggi Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Meskipun telah meraih kesepakatan soal nuklir, pemimpin besar Iran Ayatollah Ali Khamenei pernah mengatakan bahwa Amerika Serikat tetap menjadi “musuh nomor satu” republik Islam itu, dan pernyataan ini ditegaskan lagi oleh anggota DPR tadi, Mansour Haghighatpour.

“Kami harap berita ini tidak benar karena kalau Mr Zarif sampai melakukan itu, dia jelas telah mengabaikan ‘garis merah’ dalam sistem,” kata Haghighatpour seperti dikutip Kantor Berita Tasnim.

Haghighatpour adalah seorang anggota komite khusus yang dibentuk parlemen untuk meninjau kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara besar pimpinan AS.

Menurut dia, kondisinya belum tepat untuk berjabat tangan dengan presiden AS.

“Amerika masih menjadi musuh bangsa Iran dan AS juga masih menunjukkan sikap permusuhan terhadap Iran. Karena itu, berjabat tangan dengan musuh berlawanan dengan prinsip-prinsip revolusi dan melanggar hak bangsa ini,” ujarnya.

Di Teheran, kantor urusan media Kementerian Luar Negeri mengatakan tidak ada pertemuan yang direncanakan dengan Obama dan bahwa perjumpaan itu “sepenuhnya kebetulan”, namun soal jabat tangan tersebut tidak dibantah.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.