Beranda Nasional Ahok: Mobil DPRD Berpelat Hitam Harus Ditangkap Polisi

Ahok: Mobil DPRD Berpelat Hitam Harus Ditangkap Polisi

94
0
Sebarkan
Salah satu mobil dinas DPRD DKI berpelat hitam, Kamis 1 Oktober 2015.
Salah satu mobil dinas DPRD DKI berpelat hitam, Kamis 1 Oktober 2015

Jakarta, sewarga.com – Serupa dengan kendaraan dinas para anggota DPRD DKI Jakarta yang pelat nomornya diganti dari merah menjadi hitam, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga memiliki kendaraan operasional yang pelatnya berwarna hitam.

Hanya saja berbeda dengan beberapa anggota DPRD DKI yang mengganti sendiri pelat nomornya. Ahok, sapaan akrab Basuki, mengaku mengganti warna pelat nomornya atas seizin polisi.

“Mobil saya ini kan pelat merah, saya dapat pelat itu (pelat hitam) karena saya ajukan,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Kamis, 1 Oktober 2015.

Bila ingin memiliki pelat nomor berwarna hitam, menurut Ahok, para anggota dewan seharusnya mengajukan perubahan pelat nomor serupa yang dilakukan olehnya kepada kepolisian.

“Nanti dia dapat kode RFR, RFC, RFK dan lain-lain khusus dari polisi,” ujar Ahok.

Mobil operasional Toyota Land Cruiser hitam yang digunakan Ahok memiliki pelat nomor B 1966 RFR.

Bila terus menggunakan pelat nomor hitam atau untuk kendaraan pribadi seperti saat ini, Ahok mengatakan, para anggota DPRD yang mengganti warna pelat nomor kendaraannya secara tidak sah bisa ditindak oleh pihak kepolisian. “Itu harus ditangkap polisi,” ujar Ahok.

Seperti diketahui, puluhan mobil dinas anggota DPRD DKI yang diparkir di lantai basement Gedung DPRD DKI hari ini diketahui berpelat hitam untuk kendaraan pribadi.

Padahal, pada saat baru didatangkan, mobil-mobil Toyota Corolla Altis berwarna hitam itu masih berpelat merah.

Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) DKI Heru Budihartono mengatakan tak seharusnya anggota dewan mengganti sendiri pelat nomor kendaraan dinas dengan pelat nomor berwarna hitam. Apalagi dengan pelat nomor diketahui bukan dikeluarkan Polda Metro Jaya.

“Seharusnya (anggota DPRD) sudah dewasa sudah tahu aturan,” ujar Heru. (ase)

sumber: viva.co.id


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.