Beranda Politik Indonesia Menjadi Tuan Rumah Konferensi GOPAC ke-6

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Konferensi GOPAC ke-6

229
0
Sebarkan
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Nurhayati Ali Assegaf
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Nurhayati Ali Assegaf

Jakarta, sewarga.com – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah dari konferensi Global Parlimentiary Against Corruption (GOPAC) ke-6 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 06-08 Oktober.

Menurut Nurhayati, konferensi yang akan dihadiri oleh 72 negara dan 250 anggota ini, menjadi sarana yang penting untuk bertukar gagasan mengenai pencegahan dan penanggulangan masalah korupsi.

“Kalau kita lihat, sudah ada negara seperti Swedia yang zero corruption. Tentunya isu good governance dan transparansi menjadi perhatian kita bersama dalam konferensi ini,” ujar Nurhayati, di Senayan, Kamis 1 Oktober 2015.

Selama ini, ia menilai bahwa DPR sudah cukup aktif dalam forum GOPAC. Di samping menjabat sebagai Presiden di South East Parliamentary Against Corruption (SEAPAC), DPR RI yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua BKSAP juga mengetuai task force GOPAC untuk partisipasi masyarakat sipil sejak tahun 2012.

“Jadi ini dasarnya mempersilahkan negara lain yang ingin menjadi tuan rumah dalam konferensi GOPAC, dan alhamdulillah berkat peran aktif teman-teman DPR dan semua pihak, Indonesia berkesempatan untuk menjadi tuan rumah tahun ini,” ujar Nurhayati.

Dalam konferensi ini, Nurhayati mengungkapkan bahwa ada satu usulan dari Indonesia yang diangkat menjadi tema pembahasan di GOPAC, yaitu “High Cost of Institusionilizing Democracy”.

“Tema ini membahas mengenai mahalnya harga dari sebuah sistem demokrasi yang sarat menimbulkan korupsi dan ini harus diperbaiki. Misalnya, proses Pilkada yang banyak diwarnai oleh money politic,” kata Nurhayati.

sumber: viva.co.id


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.