Beranda Nasional Lulung Kembali Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus UPS

Lulung Kembali Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus UPS

64
0
Sebarkan
Wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan pembangunan (PPP) Abraham Lunggana atau Haji Lulung (tengah) didampingi Kuasa Hukumnya menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, 30 April 2015. (Antara/Reno Esnir)
Wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan pembangunan (PPP) Abraham Lunggana atau Haji Lulung (tengah) didampingi Kuasa Hukumnya menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, 30 April 2015. (Antara/Reno Esnir)

Jakarta, sewarga.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham “Lulung” Lunggana masih saja disibukkan dengan kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS), kendati dia pernah menganggap kasus ini sudah selesai. Politisi PPP ini kembali muncul di Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi kasus UPS pada Kamis (1/10). Kali ini dia didampingi pengacaranya Razma Nasution, Ramdan Alamsyah, dan Efendy Saputra.

“Saya ingin membuktikan kepada publik bahwa Haji Lulung sangat koperatif dalam setiap panggilan. Karena itu kita meminta penyidik untuk menerapkan asas hukum, akuntabilitas, kepastian hukum, transparansi, dan jangan sampai melakukan kriminalisasi karena tekanan serta rekayasa,” kata Razman sebelum memasuki ruang pemeriksaan.

Jika kasus kliennya itu sampai direkayasa, lanjut Razman, Polri akan bisa di-judge oleh masyarakat. Bahkan jika kliennya itu sampai berstatus tersangka, maka pihaknya akan menempuh upaya hukum praperadilan.

“Tapi kami melihat dari kondisi objektif hari ini, Polri, yang beberapa kali memeriksa Haji Lulung semuanya masih sesuai dengan tahapan-tahapan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Menurut Razman hari ini Lulung masih diperiksa sebagai saksi untuk pengadaan UPS di beberapa sekolah di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

“Dan kami yakin berdasarkan pernyataan dari Haji Lulung, bahwa beliau tidak melakukan tindakan melawan hukum, korupsi seperti yang diduga banyak orang, ini malah menjadi pintu masuk untuk membuka takbir yang sebenarnya,” beber Razman.

Seperti diberitakan Lulung sebelumnya sempat beberapa kali diperiksa penyidik Bareskrim terkait pengadaan di DKI Jakarta, yakni kasus printer dan scanner di 25 SMA/SMK di Jakarta Barat serta kasus UPS. Kedua pengadaan itu dianggarkan dalam APBD Perubahan Provinsi DKI Jakarta 2014.

Dalam kasus printer, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudin Dikmen Jakbar, Alex Usman telah menjadi tersangka. Alex juga menjadi tersangka dalam kasus UPS bersama dengan Zaenal Soleman selaku PPK pengadaan UPS Sudin Dikmen.

Alex saat ini tinggal menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Sedangkan Zaenal masih ditahan di Bareskrim dan berkasnya belum dilimpahkan ke Kejaksaan.

Keduanya dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Farouk Arnaz/AB

sumber: Beritasatu


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.