Beranda Nasional Sidang Kaligis hadirkan istri muda Gubernur Sumut

Sidang Kaligis hadirkan istri muda Gubernur Sumut

264
0
Sebarkan

evy-susanti-kpk-medansatuJakarta, sewarga.com – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menghadirkan istri muda Gubernur Sumatera Utara nonaktif Evy Susanti sebagai saksi dalam sidang dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dengan terdakwa Otto Cornelis (OC) Kaligis.

Dalam kesaksiannya, Evy mengungkapkan, ada permintaan uang dari terdakwa OC Kaligis. Uang sebesar US$ 30.000 dimintakan OC Kaligis sebagai bagian dari fee pengacara. Menurutnya, uang tersebut diminta di kantor OC Kaligis.

Uang pembayaran fee pengacara tersebut diberikan melalui ajudan OC Kaligis. “Iya pernah (meminta uang US$ 30.000), itu yang ditagihkan sebagai fee lawyer. Langsung di kantor Pak Kaligis. Pemberian lewat ajudan Pak Kaligis,” kata Evy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (1/10).

Dia menjelaskan, OC Kaligis yang mengusulkan agar suaminya, Gatot Pujo Nugroho mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial dan Dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Provinsi Sumut yang disidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.‬

Terkait sejumlah uang sebagai fee pengurusan perkara, Evi mengaku tidak ada lagi uang tambahan selain US$ 30.000 yang diberikan kepada OC Kaligis. Dia menjelaskan, uang tersebut berasal dari dari kantong pribadinya dibantu dari uang bulanan sang suami, Gatot Pujo Nugroho.‬

“Dari saya pribadi, dari rekening saya. Suami saya kan klien Pak Kaligis, jadi saya sebagai istri membantu saja,” katanya.

Seperti diketahui, OC Kaligis didakwa memberikan suap sejumlah S$ 5.000 dan US$ 27.000 kepada tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan.

Suap diberikan terkait pengajuan gugatan yang diajukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ke PTUN Medan.

Terkait perbuatannya, Kaligis diancam pidana dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat(1) KUHpidana. (Wahyu Aji)

sumber: kontan.co.id


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.