Beranda Politik Kinerja Belum Maksimal, DPR Minta Maaf pada Rakyat

Kinerja Belum Maksimal, DPR Minta Maaf pada Rakyat

67
0
Sebarkan
Anggota Parlemen mengikuti Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)
Anggota Parlemen mengikuti Sidang Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)

Jakarta, sewarga.com –  Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Daniel Johan, mengkui hampir satu tahun kinerja legislatif belum memperlihatkan hasil yang optimal.

Sejumlah target undang-undang yang sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) belum tercapai. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat dan berterima kasih atas kritik terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat.

“Mohon doa dari segenap pihak agar bisa tetap amanah dan membawa kebaikan untuk masyarakat. Genap setahun DPR harus banyak introspeksi, memperbaiki apa yang kurang. Terutama semakin dekat dengan rakyat dan bisa semakin dipercaya,” kata Daniel saat dihubungi, Jumat, 2 Oktober 2015.

Daniel mengakui, selama ini kinerja DPR menjadi sorotan. Bahkan hampir setiap hari kritik keras disampaikan masyarakat.

“Mohon maaf bila ada kekurangan. Kami terima kasih atas segala masukan dan kritik masyarakat, itu sebagai tanda kepedulian masyarakat,” katanya.

Meski begitu, anggota Komisi IV itu mengatakan, lembaganya tidak bisa sepenuhnya dipersalahkan dalam minimnya capaian target prolegnas. Dalam pembuatan sebuah undang-undang ada peran aktif pemerintah.

“Ini tergantung dari kesiapan pemerintah juga, karena undang-undang ditetapkan atas kerja DPR dan pemerintah. Artinya, bila DPR menyatakan rancangan undang-undang sudah selesai, tapi pemerintah tidak respons, undang-undang tidak bisa ditetapkan,” tuturnya.

Selain itu, menurut Daniel, yang memperlambat capaian target prolegnas adalah adanya perubahan sistem dan fungsi Badan Legislasi (Baleg) saat ini.

“Baleg menjadi terbatas. Baleg tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan undang-undang, karena Baleg hanya harmonisasi dan sinkronisasi apa yang dikerjakan oleh komisi dan pengusul undang-undang,” kata Daniel.


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.