Beranda Ekonomi Paket Kebijakan III Fokus Atasi Kerentanan PHK

Paket Kebijakan III Fokus Atasi Kerentanan PHK

61
0
Sebarkan

006542700_1441873114-20150906-Bambang-Brodjonegoro1Jakarta, sewarga.com — Pemerintah tengah menyiapkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap III yang rencananya akan diluncurkan pada pekan depan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, pemerintah fokus pada investasi, daya beli, serta pembiayaan untuk ekspor dan dunia usaha agar mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah perekonomian yang lesu.

“Di investasi ada. Didukung untuk kredit ekspor maupun kredit untuk cegah PHK. Kemudian satu lagi, terkait daya beli. Jadi ada tiga kategori,” kata Bambang usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat (2/10).

Dari sisi pembiayaan ekspor dan dunia usaha, seperti yang diketahui, pemerintah memang sejak awal mendorong sektor industri melalui penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, pemerintah pun menugaskan, Lembaga Penjaminan Ekspor Indonesia (LPEI) tidak hanya memberi fasilitas pembiayaan kepada eksportir besar, namun juga terhadap UMKM. Hal ini dinilai sebagai upaya meminimalisir kerentanan PHK yang terjadi saat ini. LPEI pun akan menyediakan kredit modal kerja untuk UMKM dengan subsidi bunga atau tingkat bunga yang lebih rendah dari bunga komersial.

“Ya LPEI intinya kan dapat Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1 triliun. Itu akan dipakai sebagai dasar untuk pembiayaan. Jadi suku bunganya lebih rendah dari komersial,” jelas Bambang.

Adapun terkait tenor, lanjut Bambang, akan ditentukan berdasarkan bussines to bussines. Sementara itu, pembiayaan dari LPEI akan diutamakan kepada industri padat karya, dan UMKM dibandingkan kegiatan ekspor. Lebih lanjut, pinjaman kredit modal LPEI hanya diberikan kepada perusahaan yang terancam PHK.

“Syaratnya (perusahaan) tidak boleh PHK. Tapi bisa lanjutkan produksi. Kalau perusahan kualahan kan bisa PHK, kita bantu dengan kredit bersubsidi,” lanjut Bambang.

Sedangkan terkait investasi dan daya beli, Bambang tidak menjelaskan secara detil. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, namun terdapat wacana penurunan harga BBM yang bisa menjaga daya beli masyarakat.

sumber: Berbagai sumber


Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.