Beranda Nasional Pemerintah Didesak Stop Eksploitasi Satwa di Taman Safari

Pemerintah Didesak Stop Eksploitasi Satwa di Taman Safari

141
0
Sebarkan
Atraksi gajah di Taman Safari Indonesia (ANTARA FOTO/Jafkhairi)
Atraksi gajah di Taman Safari Indonesia (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Jakarta, sewarga.com – Para penggiat lingkungan hidup dari Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group dan Indonesian Friends of the Animal (IFOTA) berunjuk rasa di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jum’at 2 Oktober 2015.

Dalam unjuk rasa itu mereka meminta kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk melakukan penghentian pertunjukan dan eksploitasi satwa langka di Taman Safari dan kebun binatang di seluruh Indonesia.
“Kita meminta menghentikan semua pertunjukan ¬†satwa langka di taman safari dan kebun binatang di seluruh indonesia,” ujar koordinator Aksi, Marison Guciano, saat berorasi di depan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jum’at 2 Oktober 2015.
Sebagai investigator Senior Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, Marison menilai pertunjukan satwa langka di Taman Safari tersebut merupakan bentuk kegiatan yang mengeksploitasi satwa, melanggar hak asasi satwa dan merupakan bentuk bisnis yang kejam.
“Kita menilai kegiatan itu melanggar. Karena, Pertama bentuk eksploitasi satwa. Kemudian melanggar hak asasi satwa dan juga merupakan bisnis yang kejam,” ujar Marison.
Maka, pihaknya mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya untuk menerbitkan peraturan menteri agar kegiatan tersebut bisa dihentikan.
“Kita harus menghentikan itu semua. Kita mendesak Menteri Siti Nurbaya untuk membuat peraturan menteri untuk menghentikan dan melarang pertunjukan satwa langka di kebun binatang,” kata dia saat berorasi.
Berdasarkan pantauan, aksi unjuk rasa tersebut di mulai sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menyampaikan aspirasinya beberapa puluh menit kemudian perwakilan dari masa tersebut diterima perwakilan kementerian untuk berdialog di dalam kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
sumber: Berbagai sumber

Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar tanggung jawab sewarga. Sewarga adalah wadah warga untuk memuat karya tulisannya.